ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
01 September 2005, 17:09

Bahasa Tubuh Pun Dipakai Untuk Komunikasi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Rombongan ITS yang berkesempatan mengunjungi Kobe University (KU) Jepang telah tiba pada Minggu (28/8) pagi. Sejak Senin (29/8) mereka bersama 33 mahasiswa KU memulai aktivitas yang telah dijadwalkan hingga dua minggu mendatang.

“Just one word. Its amazing!” seru kedua belas mahasiswa ITS ketika sampai di Jepang Minggu (28/8) lalu. Pukul 08.05 waktu setempat, pesawat Garuda Indonesia yang mereka tumpangi mendarat di Bandara Kansai (Kansai International Airport). Rombongan ITS disambut oleh Prof Ishida Kenji, dan dosen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Ir Baliwangi Lahar, serta Latifu, mahasiswa Sistem Perkapalan ITS. Kebetulan saat ini Lahar dan Latifu sedang belajar di Kobe University, sehingga mereka bisa ikut bersama Ishida-sensei menjemput rombongan ITS,” ujar salah satu dosen pendamping Ir Hari Prastowo.

Kegiatan yang dijadwalkan dimulai hari Senin (29/8) pagi. Semua peserta Student Exchange ITS-Kobe University 2005 (SE ITS-KU 2005) memulai aktivitas di ruang makan (dining room) Faculty of Maritime Sciences KU. Semua menu makanan yang ada di hadapan mereka saat itu dan nantinya disiapkan oleh koki Takahashi.

Baik mahasiswa ITS maupun mahasiswa KU tampak sangat senang bertemu satu sama lain. Tapi, ada satu kendala bagi mereka dalam hal komunikasi. “Komunikasi antara kami agak sulit, karena kadang-kadang aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan. Kebanyakan kata-kata yang mereka ucapkan sulit kami mengerti, begitupun sebaliknya,” kata Putri Dwi Sri Pamenia. Meski begitu, mahasiswi Teknik Sipil angkatan 2002 ini tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. “Tapi kami masih bisa pakai bahasa tubuh untuk mempermudah komunikasi dengan mahasiswa Kobe,” lanjut Putri.

Kobe University telah menyiapkan satu acara opening ceremony. Pada kesempatan ini, Kobe University diwakili oleh Vice President Prof Dr Shoji Nishijima dan ITS diwakili oleh Ir Hari Prastowo. “ITS is one of best universities in Indonesia,” sambut Nishijima. Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Hari berharap agar kegiatan besar ini tidak hanya satu kali saja, tetapi dapat berlanjut dan menjadi suatu hubungan kerja sama yang baik antara dua perguruan tinggi.

Selama tiga hari berada di Kobe University peserta SE ITS-KU 2005 telah mengikuti lima kuliah, baik oleh dosen dari KU maupun dosen ITS. Pada hari kedua, Selasa (30/8), peserta SE ITS-KU 2005 mengunjungi Museum and Laboratories of Maritime Sciences Faculty. “Hari ini kami mengunjungi dua laboratorium, yaitu Advanced Combustion Research Laboratory dan Energy Convertion Laboratory,” kata Ameilia Hernawati. Setelah itu, mereka mengunjungi Museum Maritime Sciences of Kobe University.

Semua peserta SE ITS-KU 2005 sangat terkesan dengan Museum Maritime Sciences of Kobe University. Terlebih lagi ketika Ishida-sensei menunjukkan salah satu model kapal penumpang seharga kurang lebih 50 juta yen atau sekitar Rp 4,75 miliar. “I was surprised that the cost of ship model is very expensive,” tutur mahasiswi Faculty of Law KU Honda Yuka. (sep/tov)

Berita Terkait