ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
29 Agustus 2005, 13:08

ITS Luncurkan Kapal Gole’an

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) kemarin meluncurkan sebuah kapal tradisional Madura di desa Klampis Barat, Bangkalan, Madura. Perahu bernama Gole’an itu murni bikinan tangan empat orang asli Madura. ITS akan memanfaatkannya dalam ajang Internasional Maritim Challenge 2006 di Genoa, Italia.

Peluncuran kemarin dipimpin Pembantu Dekan III Fakultas Teknologi Kelautan Ir Eko Budi Djatmiko. Hadir juga seorang warga AS bernama Brian Mc Clellan yang ditugasi panitia International Maritim Challenge untuk mengawasi pembuatan kapal tersebut.

"ITS akan mengirimkan 17 mahasiswa Jurusan Sistem Perkapalan yang tergabung dalam ITS Maritime Challenge. Kapal yang akan diikutkan adalah Perahu Goe’an, yang artinya kapal tradisional Madura dengan jenis laki-laki," kata Pembantu Dekan III Fakultas Teknologi Kelautan Ir Eko Budi Djatmiko.

Perahu Gole’an sendiri dikerjakan empat orang pembuat kapal terbaik Madura dengan memakan waktu sekitar 40 hari. Biaya yang dihabiskan mencapai USD 2.000. "Biayanya dari Lance Lee, pendiri Atlantic Challenge Foundation yang membawahi kegiatan-kegiatan Atlantic Challenge," ujar Eko.

Ada yang menarik dari pembuatan Perahu Gole’an ini. Menurut Eko, kalau perahu biasa harus dibuat rusuknya terlebih dahulu. Namun untuk perahu Gole’an ini, yang dibuat terlebih dahulu adalah bagian depan yang disebut antek. Setelah itu dipasang bagian luar yang disebut dengan kulit. Bahannya terdiri dari enam lambar atau papan. Setelah selesai baru dibuat gading yang terdiri dari tujuh rusuk. "Fungsinya gading ini untuk membuat perahu imbang," ujar H. Muzammil Solikin, salah seorang pembuat kapal.

Tahap selanjutnya adalah pembuatan polangan atau deck kapal. Kemudian daporan atau sombi yang digunakan untuk kemudi. Setelah itu dilakukan pembuatan layar.

Ada banyak warna yang digunakan dalam proses pengecatan. Bagian bawah sampai atas kulit dicat dengan susunan warna biru, putih, merah, hijau muda, coklat, kuning, dan hitam. Parehu ini juga dihiasi ukir-ukiran khas Madura.

Untuk uji coba, tim maritim challenge beserta Brian menuju ke pantai Kenjeran. "Nantinya kapal tersebut akan dipelajari oleh mahasiswa dan dibuatkan gambarnya. Baru tahun 2006 akan diikutkan dalam maritim challenge," ujar pembina maritim challenge ITS I Ketut Aria Pria Utama. (rth)

Berita Terkait