ITS News

Senin, 17 Juni 2024
12 Agustus 2005, 14:08

Teknik Informatika Selenggarakan Seminar Internasional ICT

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Seminar internasional bertajuk Information and Communicatin Technology Seminar (ICTS) 2005 ini diadakan di Graha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (11/8) kemarin. ICTS 2005 ini merupakan seminar internasional pertama yang diadakan Teknik Informatika ITS, dan diharapkan bisa menjadi even tahunan yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Penyelenggaraan seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan 20 tahun berdirinya jurusan ini.

Tercatat 32 pembicara hadir dalam seminar ini. Selain dari berbagai universitas ternama di Indonesia, mereka juga berasal dari luar negeri, antara lain Belanda, Inggris, Malaysia dan Jepang. Sebagian diantaranya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program pasca sarjana atau menjadi peneliti di universitas luar negeri. Paper yang ditampilkan di seminar ini meliputi berbagai topik dalam teknologi informasi, seperti jaringan komputer, kecerdasan buatan, rekayasa perangkat lunak, dan pengolahan citra digital.

Sebagai pembicara utama hadir Prof Akira Asano dari Hiroshima University, Jepang. Ilmuwan yang pernah menjadi peneliti di VTT Finlandia ini membawakan paper berjudul Mathematical Morphology and Its Applications. Mathematical Morphology adalah suatu disiplin ilmu yang awalnya dikembangkan untuk analisa mineral pada tahun 1960-an di Perancis, kemudian berkembang untuk pengolahan citra digital dengan komputer. Kegunaan Mathematical Morphology ini antara lain dalam pengolahan gambar gray scale dan memperbaiki tekstur gambar yang rusak, dengan menganalisa komponen pembentuknya.

Sebagai sebuah seminar internasional, acara ini menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Semua paper yang dipresentasikan dalam seminar inipun ditulis menggunakan bahasa Inggris. Para pemateri dari dalam negeri umumnya juga membawakan makalahnya dalam bahasa Inggris, meski ada juga yang menyajikan dengan bahasa Indonesia. Salah satu pemateri yang menggunakan bahasa Indonesia adalah I Wayan Bambang Wicaksono, pakar Linux dan software open source yang menjadi pembicara utama kedua setelah Prof Akira Asano.

I Wayan Wicaksono yang mendapat julukan dukunlx ini memaparkan tentang pentingnya menghentikan pembajakan software dan perlunya memasyarakatkan software yang bersifat open source. “Bangsa Indonesia sudah sejak dahulu berjuang untuk kemerdekaannya. Sekarang saatnya untuk berjuang untuk software yang bebas dan legal,” cetus Wayan.

Seusai acara seminar umum dengan kedua pembicara ini, disediakan lima ruang untuk para pembicara lain gunamenyampaikan papernya. Kelima ruang ini dibedakan sesuai dengan bidang penelitian teknologi informasi. Paper yang disampaikan pun bermacam-macam. Mulai dari analisa penggunaan E-Government, penerapan Linux Virtual Server hingga pelacakan posisi dengan menggunakan PocketPC. Berbagai perkembangan terbaru teknologi informasi juga diulas oleh beberapa penyaji.

Dalam acara ini sebenarnya Menteri Negara Riset dan Teknologi, Prof Dr Kusmayanto Kadiman juga diundang, namun tidak bisa hadir karena beliau juga harus menghadiri peringatan hari IPTEK nasional yang berlangsung di hari yang sama.

Teknik Informatika tampak serius dalam menjamin kualitas acara ini. Sebanyak 40 paper yang masuk diseleksi oleh 21 reviewer dari perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Antara lain Prof Hideto Ikeda dari Ritsumeikan University Jepang, Dr L.J.M Ronckratz dari TU Delft Belanda dan Prof Dr Riyananto Sarno dari ITS sendiri. “Para reviewer ini tidak semuanya hadir dalam seminar ini. Tapi setidaknya mereka sudah membantu dengan menentukan paper mana yang pantas untuk diikutkan dalam seminar ini,” jelas Ary M Shiddiqi SKom, salah satu dosen Teknik Informatika yang juga panitia acara ini.(rif/rin)

Berita Terkait