ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
04 Agustus 2005, 15:08

Pengenalan Teknologi STANLY Tidak Sekedar Pamer

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menurut Direktur Sentra HAKI dan Promosi Iptek LPPM ITS, Dr Ir Suprapto Dpl Ing yang juga ketua panitia penyelenggara, seminar ini untuk sosialisasi karya ITS dan menunjukan sudah sampai mana teknologi ITS. Teknologi yang dimaksud adalah temuan Prof Dr Ir I Nyoman Sutantra MSc PhD dan Ir Harley MT, yaitu CDI (Condenser Discharged Ignition).

Sekitar 30 peserta, baik dari kalangan akademisi, praktisi, media otomotif, dealer mobil, dan pemerintah, menghadiri seminar inovasi teknologi dari ITS ini. Menurut Rektor ITS, Prof Dr Muhammad NUH DEA, acara ini bukan hanya memberi info penemuan ITS. “Seminar ini bukan hanya urusan pamer, tetapi ada substansi agar merangsang kita semua untuk berbuat dan bertambahnya para innovator. Usaha yang keras bisa menjadikan kita bukan lagi pengagum dan pasar potensial saja, tetapi kelak kita yang akan dikagumi.”

Presentasi dari kedua penemu tersebut tidak hanya berisi tentang bagaimana STANLY itu, tetapi didahului dengan renungan bagaimana supaya bangsa Indonesia maju, cerminan strategi memajukan bangsa negara-negara Asia seperti Cina, Korea Selatan, India, dan Malaysia. “Syarat suatu bangsa itu maju, tiga komponen yang terdiri dari akademisi, bisnis, dan pemerintah harus berjalan berirngan dan saling mendukung, tidak engkel-engkelan. Sebagaimana strategi Indonesia, bersama kita bisa, kalau tidak bersama ya tidak akan bisa," kata I Nyoman Sutantra.

Dia menjelaskan bagaimana strategi negara-negara asia tersebut untuk memajukan bangsanya. Dimulai dari China dengan empowering citizen yang mana orang Cina harus bekerja, Korea Selatan dengan Spirit of Change (semangat untuk berubah) yang selalu dikumandangkan oleh pejabat hingga bawahan sehingga memberi semangat mereka sendiri untuk memajukan negaranya, India dengan kesederhanaannya namun antusias dalam mengembangkan teknologi mereka, dan Malaysia yang menyatakan harus semaju dengan bangsa Amerika sekarang pada tahun 2010. Sutantra berkomentar, “Walaupun orang India sangat sederhana, tetapi sepuluh hingga lima belas persen tenaga ahli atau peneliti di Amerika dari mereka.”

Selain itu dia juga menjelaskan bagaimana seorang peneliti yang baik itu, “Harus ada imaginasi, inovasi, ilmu, ikhtiar dan iman. Kalau Iptek tanpa agama peneliti itu buta sedangkan agama tanpa iptek lumpuh.”

Temuannya yang berupa teknologi baru CDI diberi nama STANLY. Nama tersebut walaupun terlihat seperti bahasa Inggris, sebenarnya adalah gabungan nama kedua penemu teknologi tersebut (Sutantra-Harley). “Nama ini dibuat layaknya bahasa asing agar masyarakat Indonesia utamanya mau menerima produk ini. Kalau saja merknya komeng mana ada yang mau beli, tidak akan laku. Yah bergitulah mental bangsa kita, masih menjadi pengagum saja," kata Sutantra.(mac/rin)

Berita Terkait