ITS News

Senin, 17 Juni 2024
29 Juli 2005, 11:07

Mahasiswa ITS Desain Sepeda Fleksibel

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Berniat ingin membuat sepeda yang tidak hanya bisa digunakan oleh kelompok usia tertentu, akhirnya terciptalah sepeda fleksibel, buah pikiran Ali Safrani, mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,. Rancangannya itu diberi nama flexi bike atau portable bike.

Tidak tanggung-tanggung kini rancangannya masuk nominasi dalam kompetsisi desain sepeda yang digelar oleh sebuah perusahaan sepeda terkenal di Indonesia. “Mudah-mudahan bisa keluar sebagai pemanang, sehingga bisa mewujudkan apa yang telah saya konsep itu sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari upaya segera menyelesaikan proyek tugas akhir atau skripsi,” kata mahasiswa angkatan tahun 2000 yang dibimbing oleh Dr. Ing. Ir. I. Made Londen Batan, M.Eng, dosen mata kuliah Teknik Produksi.

Memang menang tidaknya Ali dalam kompetisi itu sangat bergantung pada berapa jumlah dukungan yang diterima melalui SMS (short message service). Tapi paling tidak, dikatakan Ali, dengan menjadi nominasi dalam kompetisi itu, ia bisa sedikit lebih mudah untuk bisa merealisasikan ide flexi bike-nya melalui kemungkinan pemberian bantuan dari perusahaan sepeda itu. “Saya berharap dengan menjadi nominasi pihak penyelenggara bisa memberikan bantuan, mengingat untuk mewujudkan ide yang telah melalui beberapa hitungan matematis dan mengutamakan pada ukuran ergonomi tubuh manusia itu, membutuhkan dana cukup besar,” ujarnya.

Dikatakannya, jika bantuan dana itu ada, dengan mudah ia akan segera menyelesaikan idenya, karena memang awalnya desain yang diikutkan dalam kompetsisi itu sudah disiapkan untuk pembuatan skripsi. “Tapi saya juga sedang mencari dukungan dari teman-teman di kampus untuk bisa mengirimkan dukungan melalui SMS. Pihak jurusan dan fakultas telah menyiapkan pengumuman dalam bentuk spanduk untuk bisa mendukung saya,” katanya.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sanusi dan Machwiah ini mengungkapkan, ide dasar membuat rancangan sepeda feksibel itu karena ia melihat selama ini sepeda sebagai salah satu alat transportasi memiliki kekurangan pada ukuran dan dimensinya, sehingga aman dan kenyamanannya pun hanya sesuai untuk ukuran ergonomi tubuh manusia dengan usia tertentu. “Misalnya, sepeda untuk anak-anak, hanya aman dan nyaman jika dikendarai oleh anak-anak, demikian juga dengan sepeda orang dewasa, tidak aman dan nyaman jika dikendarai anak-anak, begitu sebaliknya,” terang mahasiswa kelahiran Sidoarjo, 16 Oktober 1980.

Dari keterbatasan penggunaan dan pemanfaatan sepeda itulah, Ali yang punya hobi otomotif ini menambahkan, ia mempunyai ide untuk membuat sepeda yang fleksibel, dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk siapa saja tanpa mengenal batas usia, anak-anak atau orang dewasa. “Selain itu ide saya ini juga dikembangkan untuk penyimpanan yang tidak harus memakan tempat, sehingga memungkinkan sepeda rancangan ini dibawa untuk wisata dengan meletakkannya cukup di bagasi mobil,” katanya.

Sepeda rancangan Ali ini, selain bisa ditarik ulur sesuai dengan penggunannya, juga bisa dilipat agar tidak memakan tempat ketika disimpan. “Rancangan ini memang dibuat agar sepeda juga bisa dibawa dengan mudah oleh pemiliknya jika berwisata keluar kota. Oleh karena itu, bahan yang diusulkannya pun nantinya menggunakan logam campuran yang memang tidak berat,” katanya. (Humas/rin)

Berita Terkait