ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
22 Juni 2005, 12:06

Robot di Raya ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menyusul pembangunan sembilan polisi tidur di dua ruas Jl. Raya ITS, untuk mengurangi kecepatan para pengendara, ITS Surabaya berencana menyiapkan robot untuk menjaga dan memberi aba-aba bagi para pengguna jalan saat memasuki kawasan tersebut.

Hal ini diungkapkan Pembantu Rektor III ITS, Dr Ir Achmad Jazidie MEng, Selasa (21/6) kemarin terkait keinginan ITS agar masyarakat sadar dan mengetahui telah memasuki kawasan kampus ITS. “Minimal kami akan menempatkan dua robot di masing-masing ujung jalan, yang nantinya bertugas memberi aba-aba atau melambai-lambaikan tangan, agar pengendara bisa mengurangi kecepatannya memasuki Jl. Raya ITS,” katanya.

Menurut Jazidie, dua robot itu akan ditempatkan di ujung jalan sebelum memasuki kawasan ITS. Robot ini akan bekerja selama 24 jam untuk memberi tanda atau isyarat kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan mengurangi laju kecepatannya . “Kami serius di dalam menyiapkan keamanan jalan itu. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat jalan ITS benar-benar aman dengan berbagai cara,” kata Jazidie.

Selain itu, di tiap speed trap juga akan dipasang lampu kedip agar pengguna jalan bisa melihat speed trap di malam hari, sehingga laju kendaraannya bisa diperlambat. ”Dalam penyiapan robot, kami akan bekerja sama dengan teman-teman di Jurusan Desain Produksi untuk aspek bentuk robot, agar tidak kaku dan menakutkan. Kemungkinan minggu depan sudah bisa dimulai pembuatannya,” kata Jazidie.

Seperti diketahui, akibat kecelakaan yang menewaskan Indriati Mulia, mahasiswa angkatan tahun 1997 Jurusan Arsitektur ITS, yang tewas tertabrak mobil Honda Jazz L 2280 MC, Kamis malam pekan lalu, ITS telah menutup dua ruas jalan itu sebagai bagian dari ikut berkabungnya civitas akademika ITS.

Senin pagi, ruas jalan yang ditutup itu sudah kembali dibuka. Di dikedua ruas jalan itu kini telah dibangun sembilan polisi tidur, masing-masing empat buah dari arah Jl. Kertajaya Indah dan lima buah dari arah Jl. Mulyosari. Dimensi polisi tidur itu masing-masing lebar 3,5 meter, tinggi 12 cm dengan kemiringan naik dan turun sekitar 15 derajat.

Kecelakaan Lagi
Sementara itu, selang beberapa jam setelah pembukaan Senin pagi (20/6), Senin malam sekitar pukul 23.30, di ruas jalan yang sama, hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kecelakaan yang menawaskan Indriati Mulia, kembali terjadi kecelakaan. Kali ini menimpa Agus Priyatno (45), warga Tropodo, Sidoarjo yang mengendarai sepeda motor Yamaha Alfa Nopol L 5165 AG.
Tidak ada saksi mata yang mengetahui persis kejadian kecelakaan tersebut. Tapi menurut Juwari, Satpam Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS, yang ikut menolong korban, ia didatangi oleh seorang pengendara yang melaporkan, ada kejadian kecelakaan dimana korbannya sudah tergeletak.

Mendapat laporan itu, Juwari bersama sekitar 10 mahasiswa yang malam itu memang masih memantau kondisi arus lalu lintas di sepanjang jalan ITS, segera menghampiri lokasi. Sampai di lokasi, Juwari mendapatkan korban sudah tidak bisa diajak bicara dan hanya merintih kesakitan. ”Korban sempat muntah darah di TKP, saat kami tolong, kondisinya sangat kritis,” katanya.

Belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan itu. Ada dugaan korban terpelanting dan jatuh setelah melintasi polisi tidur yang baru dibangun untuk memperlambat laju kendaraan. Dugaan ini karena korban hanya berjarak sekitar 30 meter dari polisi tidur, sedang kondisi kendaraannya hanya tergores di bagian roda depan. Jika dugaan ini benar, korban diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi, sementara ia tidak mengetahui adanya polisi tidur yang memang baru saja dibangun setelah terjadinya kecelakaan yang menewaskan Indriati Mulia. (Humas/rin)

Berita Terkait

ITS Media Center > Berita Utama > Robot di Raya ITS