ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
16 Juni 2005, 11:06

Ubaya Sabet Juara Lomba Ketrampilan Teknik Industri

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Adalah Theresia, Merlyn dan Suryo, Mahasiswa Teknik Industri asal Universitas Surabaya (Ubaya) yang berhasil mempesona ketiga juri Lomba Ketrampilan Teknik Industri (LKTI)dengan presentasi mereka. Analisis ketiga mahasiswa dengan jas almamater biru ini terhadap kelayakan unit pengolahan PT Serabutan dinilai mengesankan. I Gede Agung W MEng, Fadjar Hutomo dan I Ketut Gunarta sebagai juri pun menobatkan mereka sebagai juara. “Kami menilai kemampuan presentasi mereka serta asumsi dan logika yang diberikan,” papar Fadjar Hutomo yang menjabat Direktur Jatim Ventura.

Dalam LKTI ini, setiap tim harus menguji kelayakan sebuah perusahaan fiktif yakni PT Serabutan. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pembuatan arang aktif yang terletak di Medan dan telah berdiri selama tiga tahun. Sejumlah data kemudian dilampirkan dalam soal, seperti jumlah produk yang dihasilkan, data pasar, proses bisnis dan produksi, bahan baku dan pembantu, gedung dan mesin berikut data keuangan perusahaan. “Variabel yang kami berikan disini masih sebatas variabel mikro, jadi analisis peserta belum mempertimbangkan kondisi ekonomi dan situasi politik,” tambah I Ketut Gunarta, dosen Teknik Industri ITS.

Secara umum, para peserta menyatakan perusahaan dengan depresiasi 9,5 juta tersebut layak. Seperti yang dipresentasikan oleh Andreas Adi, Myra Jessica, dan Canita Dewi yang juga dari Ubaya. Mereka menghitung NPV (Net Present Value) perusahaan yang membutuhkan biaya pembelian bahan baku sebesar 60 juta per tahun tersebut dan mendapati harga positif. Artinya, perusahaan tersebut layak dan dapat memperoleh laba. Hal senada juga disimpulkan oleh Rahmi Yuniarti, salah satu peserta asal ITS. “Analisis kami dalam proses, teknik dan keuangan menyatakan perusahaan ini memang layak,” papar mahasiswa Teknik Industri ’02 ITS ini.

LKTI Pertama di Jawa Timur
Ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua Panita, Andi Prianto menyatakan LKTI ini sebagai yang pertama di Jawa-Timur. “Lomba seperti ini memang pernah diadakan di UI. Lalu kita berpikir mengapa tidak membuatnya di tingkat Jawa-Timur,” ujar mahasiswa Teknik Industri ’02 sembari tersenyum. Tercatat, 17 tim dari perguruan tinggi di Jawa Timur kemudian ikut mendaftar. Namun sayang, beberapa universitas seperti UK Petra urung datang karena bertepatan dengan ujian akhir semester.

Untuk LKTI pertama ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri menyiapkan hadiah uang total 2,25 juta berikut trophy. I Ketut Gunarta, dosen Teknik Industri yang didaulat sebagai juri LKTI ini juga memberi dukungan penuh diadakannya lomba semacam ini. Karena baginya, seorang mahasiswa Teknik Industri harus dapat melakukan analisis terhadap sistem yang ada di industri dan mengerti implementasi mata kuliahnya. (ftr/tov)

Berita Terkait