ITS News

Rabu, 22 Mei 2024
10 Juni 2005, 14:06

Ternyata, 80 persen dana penelitian dari market

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tiap tahun jurusan Teknik Material ITS selalu mengadakan seminar nasional, yaitu Seminar Nasional Teknik Material (Sematek) dengan Seminar Nasional Ilmu dan Teknologi Material (SNITM). Pelaksanaan kedua seminar ini bergantian tiap tahunnya. Yang membedakan keduanya hanya pada tim penyelenggara. Pihak jurusan menggandeng Himpunan Mahasiswa Teknik Material sebagai panitia dalam penyelenggaraan Sematek. Sedangkan untuk SNITM, dilaksanakan sendiri oleh jurusan tanpa melibatkan mahasiswa.

Menurut Sungging Pintowantoro PhD, ketua umum Sematek, keterlibatan mahasiswa pada seminar nasional yang ketiga kalinya ini memang sangat diharapkan oleh jurusan Teknik Material yang berdiri tahun 1999 ini. “Ini berguna untuk melatih mahasiswa jadi panitia seminar, “ ungkapnya berargumen.

Pelaksanaan Sematek dilatarbelakangi dengan tidak adanya koordinasi yang baik dalam bidang riset. Di era globalisasi, untuk menjadi manusia mandiri diperlukan semangat nasionalisme. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat bangsa Indonesia masih sering terbawa arus asing. "Akibatnya, riset tidak dapat dikoordinasikan dengan baik," terang Sungging. Untuk itu, bangsa Indonesia harus dapat menentukan sendiri arah penelitian yang hasilnya mempunyai fungsi ekonomic development.

Dosen Teknik Material ini menjelaskan selama ini 80 persen dana penelitian berasal dari market. Sayangnya, market di Indonesia tidak terarah dengan jelas. Untuk itu, pola pikir secara nasional perlu untuk diubah. Sungging yang menempuh pendidikan S3 di salah satu universitas di Jepang ini, menceritakan keadaan riset di sana. “Di Jepang saja perusahaan sejenis bisa kumpul menjadi satu untuk meriset,” ungkapnya. Ini menandakan negara maju seperti Jepang mampu menyatukan berbagai kalangan untuk menghasilkan suatu penemuan baru yang bermanfaat. Inilah yang patut dicontoh di Indonesia.

Melalui Sematek, output yang diharapkan antara lain penelitian di bidang material dapat dikelola dengan baik sehingga dapat menyatukan kalangan industri, pemerintah maupun akademisi. “Sematek digunakan sebagai media sharing informasi riset material inovasi,” tandas dosen yang meniti S1 dan S2-nya di jurusan Teknik Kimia ITS ini.

Di sisi lain, ketua pelaksana Sematek, Azis Sudarnoto menyatakan tujuan acara ini adalah mengenalkan jurusan Teknik Material ITS kepada dunia luar terutama kalangan industri. Pesertanya pun dari berbagai macam wilayah yaitu Mataram, Bandung, Lampung, dan Jakarta. “Mereka ada yang dari kalangan instansi, industri, dan akademisi,” kata mahasiswa angkatan 2002 ini. Peserta terdiri dari 36 penyaji dan sekitar 60 peserta. “Dari target peserta bisa dikatakan sukses,” katanya memberi opini. (th@/rin)

Berita Terkait