ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
16 Mei 2005, 16:05

ITS Borong Juara Kontes Robot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya dalam kontes robot nasional. Tim robot ASKAF-i merebut juara umum Kontes Robot Indonesia (KRI) 2005. Dengan kemenangan tersebut, ASKAF-i meraih tiket mewakili Indonesia dalam ABU Robocon (Kontes Robot Asia Pasific) di Beijing, 27 Agustus 2005.

Sekitar lima ribu penonton di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI), tempat perhelatan KRI-KRCI 2005 tersebut, menjadi saksi kemenangan tim ASKAF-i itu. Tim yang terdiri atas Adnan Rahmat Anom Besani, Sigit Hardiyono, Kristian Ari Prasetyo, Arif Zuantono, dan Fuad Hasan tersebut berhasil mengalahkan tim robot Maximum Balance milik tuan rumah UI di partai final pada sore kemarin.

KRI-KRCI 2005 yang digelar selama dua hari, 14-15 Mei, itu diikuti 62 tim yang terdiri atas 32 tim di KRI dan 30 tim di KRCI. Untuk KRI, temanya adalah Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian. Tema tersebut diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Beijing, Climb on to the Great Wall.

Robot otomatis serta manual para peserta bertugas membawa bola api dan memasukkannya ke stupa-stupa agar menyala. Semuanya ada 19 bola api yang harus dimasukkan ke stupa yang dibuat dari keranjang. Laga final kemarin bisa dibilang tidak berimbang. Dalam waktu hanya 2 menit 20 detik, ASKAF-i berhasil memasukkan seluruh bola api. Sedangkan tim Maximum Balance baru memasukkan 5 bola.

Para anggota tim ASKAF-i langsung bersujud syukur di lapangan begitu timnya dinyatakan menang telak atau istilahnya Climb the Great Wall. "Kami benar-benar bersyukur. Beban kami sangat berat karena harus juara," jelas Sigit, ketua tim ASKAF-i, setelah menerima piala Sambawana Pratama Cala.

Kemenangan ASKAF-i tersebut juga tercapai berkat dukungan sekitar 200 suporternya yang berangkat langsung dari Surabaya. Meski jumlahnya tak sebanyak suporter UI, yel-yel "Hidup ITS!" terus berkumandang. Begitu tim kesayangannya dinyatakan juara, para suporter melakukan kor bersama mengucapkan, "Terima kasih UI!"

Dengan kemenangan tersebut, berarti ITS tiga kali berturut-turut menjuarai KRI. Saat KRI pertama pada 2003, tim AISYA ITS menjadi juara setelah mengalahkan tim Unika Widya Mandala (UWM) Surabaya. Tahun lalu, ITS kembali merebut gelar terhormat melalui tim SIFAA. Dan, tahun ini, tim ASKAF-i berhasil mempertahankan reputasi ITS di ajang robot terbesar tersebut.

Dirjen Dikti Prof Dr Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menutup KRI-KRCI 2005 menyatakan rasa bangganya terhadap kemampuan robot ITS. "Di Beijing nanti, ITS menjadi tumpuan harapan Indonesia," ungkapnya.

Rektor ITS Prof Dr Mohammad Nuh DEA yang menyaksikan langsung bersama para pejabat ITS lainnya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Rektor PTN termuda itu tak kuasa menahan air matanya. "Tim ITS yang juara mendapat hadiah SPP gratis selama setahun," ujarnya spontan.

Panitia KRI juga memberikan beberapa penghargaan. Penghargaan bagi peserta dengan spirit tertinggi diberikan kepada tim Free Hq dari Politeknik Caltex, Riau. Penghargaan bagi tim berpenampilan terbaik diberikan kepada robot Nusantara milik Institut Teknologi Bandung. Dan, tim dengan desain inovasi terbaik adalah PRISMA dari Politeknik Negeri Bandung.

Sukses ASKAF-i tersebut diikuti rekannya, tim PENSA Mobile, yang memenangi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 untuk kategori robot expert.

Di KRCI terdapat tiga kategori, yakni robot beroda, robot berkaki, dan robot expert. Di kategori expert, setiap robot melakukan tiga hal. Yaitu, memadamkan lilin, menaiki jalan menanjak, dan menyelamatkan bayi (boneka). Tim PENSA Mobile merupakan tim yang berhasil mengerjakan tiga tugas tersebut. Tempat kedua diduduki tim Raptor dari Politeknik Negeri Bandung.

Dalam kategori robot beroda dan berkaki, setiap robot harus berhasil mencari serta memadamkan api di ruang berpetak. Untuk kategori robot beroda, juaranya adalah robot Bratasena dari Politeknik Negeri Bandung dan runner-up-nya diraih robot The Vision dari Universitas Lampung.

Sedangkan dalam kategori robot berkaki, juara bertahan Arrachnid_CCTE dari Universitas Surabaya gagal mempertahankan gelarnya dan harus puas di tempat kedua. Arrachnid_CCTE kalah skor dari tim Bladewing dari Institut Teknologi Bandung.

Selain itu, dalam KRCI diberikan dua penghargaan. Yakni, tim dengan inovasi terbaik diraih tim Bledhux dari Ubaya. Robot Bledhux merupakan satu-satunya tim yang memadamkan api menggunakan air. Tim lainnya menggunakan kipas untuk meniup lilin. Penghargaan bagi tim yang paling ekonomis diraih robot Zanda dari Universitas Indonesia.

Tahun depan, Dikti telah mengumumkan bahwa KRI-KRCI ke-4 akan digelar lagi di Universitas Indonesia. Alasan utama digelar di Jakarta adalah kota tersebut paling mudah diakses tim-tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (tom/rin)

Berita Terkait