ITS News

Senin, 17 Juni 2024
06 Mei 2005, 15:05

Lima Hari Lagi, Tim Robot ITS Berlaga di KRI dan KRCI

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Lima tim robot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, siap maju ke Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 yang digelar pada 14-15 Mei mendatang di Kampus Universitas Indonesia, Depok.

Kelima tim robot itu terdiri dari tiga tim untuk KRI dan dua tim yang akan berlaga dalam KCRI. Tiga tim untuk KRI masing-masing Bharabudhara dari Jurusan Teknik Elektro, The Anchor dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan ASKAF I dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Pemenang dari KRI akan mewakili Indonesia di kancah kontes robot internasional,yang tahun ini akan di gelar di Bejing, Cina. Sedangkan dua tim KRCI terdiri dari Trade Stone (PPNS) dan PENSA Mobile (PENS)

Dua penyelenggaraan kontes robot ini akan digelar bersamaan. Perbedaan antara keduanya terdapat pada aturan main. KRI lebih bersifat game atau permainan yang aturannya mengadopsi dari Kontes Robot Internasional yang akan di gelar di Bejing. Sedangkan KRCI lebih menekankan pada tingkat kecerdasan robot yang diadopsi dari lomba robot di Amerika Serikat.

Lima hari menjelang keberangkatan pada 10 Mei mendatang, tim ITS rajin melakukan latihan meski secara sembunyi-sembunyi. Menurut Gangga Permadi, ketua tim The Anchor, ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk saling menyembunyikan strategi didalam menghadapi pertandingan. “Memang kami sengaja latihan sembunyi-sembunyi, karena pengalaman membuktikan saat-saat seperti ini, selalu ada saja tim lawan yang mencoba untuk meniru stategi yang digunakan oleh kami,” katanya di sela-sela latihan bersama di ITS, Kamis (5/5)kemarin.

Diakui Gangga, upaya perahasiaan strategi apa yang akan digunakan didalam kontes nanti ini, memang menjadi hal biasa di kalangan tim dari ITS. “Itu sebabnya meski latihan bersama,kami hanya menggunakan lapangan yang sama, yang memang sudah mendekati lapangan asli dalam kontes, bukan latihan secara bersama-sama,” katanya.

Diungkapkan Gangga, penampilan timnya masih jauh diatas juara bertahan PENS ITS, tapi kami bersyukur bisa mengetahui secara kasat mata kemampuan tim juara bertahan, sehingga tolok ukur kami bukan ke tim yang lain, tapi ke tim juara bertahan dan tidak terkalahkan
selama kontes robot selama ini.

Ditanya kemungkinannya untuk menang, Gangga mengatakan, semua tim berkeinginan menang, bukan saja karena hadiahnya yang begitu menjanjikan untuk menjadi duta Indonesia dalam kontes robot internasional di Bejing. “Kami hanya berharap bisa tampil prima dalam kontes di Jakarta,” katanya.

Seperti diketahui, KRI tahun ini mengambil tema Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Bejing, yaitu Climb on to the Great Wall.

Dihubungi terpisah, Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengatakan, dalam sebuah kontes, termasuk kontes robot, faktor yang menentukan bukan soal canggih-canggihan, namun bagaimana tim bisa mengatur strategi didalam pertandingan yang dipadukan pula dengan aspek keindahan atau art. “Karena itu saya sarankan janganlah memulai dari nol, tapi mulai dari teknik yang sudah dikuasai kemudian diadopsi, dan mintalah petunjuk dari mereka-mereka yang memang menguasai,” katanya.

Nuh juga mengungkapkan, ITS berharap tahun ini bisa kembali menggondol juara kontes robot yang memang sudah menjadi icon ITS selama ini. “Atas dasar itulah maka lawan yang kita hadapi bukan sesama tim dari ITS,melainkan tim-tim dari luar ITS. Kalau pun sesama ITS bertemu dalam sebuah hasil undian, maka itulah fakta yang harus dihadapi,” katanya.

Karena itulah, katanya menambahkan, sesama tim ITS diharapkan bisa bekerja sama untuk hal-hal yang sifatnya umum dan saling memberi info terhadap perkembangan-perkembangan yang berkait dengan kontes robot ini (Humas/rin)

Berita Terkait