ITS News

Senin, 17 Juni 2024
06 Mei 2005, 13:05

Jelang Pomda, Pencak Silat ITS Gelar Seleksi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dua hari terakhir, Plaza Dr Angka selalu ramai di malam hari. Kalau Rabu kemarin ada Mini Concert PSM, maka Kamis (5/5) lalu giliran pencak silat. Empat perguruan pencak silat di ITS menghelat acara seleksi pertandingan pencak silat. Perguruan pencak silat itu adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Merpati Putih, Tapak Suci, dan Perisai Diri.

Seleksi pertandingan yang dimulai bakda Isya itu cukup sederhana. Di lantai marmer Plaza Dr Angka digelar matras khusus berwarna hijau. Tanpa pengeras suara, penerangan pun dari sebuah lampu TL yang menggantung di langit-langit plaza. Namun jangan ditanya soal keriuhannya.

Ketika dua atlet berlaga di arena, suporter masing-masing kubu saling menyemangati. Sesekali, penonton bertepuk tangan ketika salah satu atlet berhasil memperoleh angka dengan pukulan atau tendangannya. “Ayo, terus masuk, dia lagi lengah,“ teriak seorang suporter yang melihat lawan dari atlet yang didukungnya sedang lengah. Atau juga ada teriakan setengah menyindir, “Hey, jangan keras-keras tendangnya, konco dhewe rek!” ujar yang lain karena kebetulan atlet yang bertanding berasal dari perguruan silat yang sama.

“Seleksi ini kami adakan untuk memilih atlet pencak silat yang akan mewakili ITS di Pomda Unair besok,” kata Yudi Pratisto, manajer Tim Pencak Silat ITS yang ditemui saat acara berlangsung. Even pomda di Unair itu nantinya akan diikuti oleh atlet yang berstatus mahasiswa yang ada di Jawa Timur pada 17 – 18 Mei nanti. Seleksi di ITS sedikit mendadak karena faktor administrasi. “Surat undangan dari Unair baru sampai ke rektorat baru seminggu lalu, sehingga kami perlu menunggu keputusan ITS untuk menggelar seleksi ini di sini,” jelas mahasiswa Fisika FMIPA angkatan 2002 ini.

Babak penyisihan ini sendiri diikuti oleh 24 atlet dari empat perguruan silat yang ada di ITS. MAyoritas atlet berasal dari PSHT. Masing-masing atlet bertanding menurut kelas berat badannya. Nantinya, hanya satu atlet dari masing-masing kelas yang akan dikirim ke Unair. “Kalau seorang atlet berhasil menyisihkan lawan-lawan di kelasnya, ia pasti dikirim,” tutur atlet yang juga warga PSHT ini. Namun, ini tidak berlaku jika hanya ada satu atlet saja yang mendaftar di suatu kelas. “Kalau pesertanya cuma satu di suatu kelas, biasanya kami dari empat perguruan ini berembug dulu, apa orang itu memang layak berlaga,” jelasnya. Ada juga beberapa kelas tanpa ada atlet yang mendaftar. “Untuk kelas dengan berat badan 60 kg ke atas tidak ada yang mendaftar,” tambahnya.

Hingga pukul 22.00 wib kemarin, seleksi masih berlangsung seru. Masih tersisa beberapa pertandingan untuk memperebutkan tiket kejuaraan ke Pomda Unair (tov/rin)

Berita Terkait