ITS News

Senin, 08 Agustus 2022
06 Mei 2005, 16:05

Bentengi Mahasiswa dari Narkoba, Selenggarakan Latihan Pencegahan dan Penyalahgunaan Napza

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menyadari dunia mahasiswa berpeluang menjadi objek jaringan pengedaran narkoba, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, selama empat hari, mulai Kamis (5/5)kemarin, mengadakan Pelatihan Dasar Pencegahan Penyalahgunaan Napza dan Penyebarluasan HIV/AIDS.

Menurut Pembantu Rektor III ITS, Dr Ir Achmad Jazidie MEng dalam acara pembukan pelatihan itu, kejahatan saat ini, terutama didalam penggunaan dan penyalahgunaan Napza, sudah masuk hingga ke kamar tidur, dan semakin pribadi dan rahasia. Karena itu, jalan satu-satunya untuk menghindarinya adalah melalui bentuk latihan-latihan seperti saat ini.

“Itulah sebabnya pelatihan ini diselenggarakan untuk membangun pertahanan dalam diri sendiri, karena pertahanan paling penting justru ada pada diri sendiri. Melalui pelatihan inilah diharapkan para mahasiswa bisa membentengi dirinya sendiri, karena peran dosen, teman dan mungkin juga orang tua, tidak lagi bisa mengingat kejahatan ini sudah masuk hingga ke dalam kamar dan ruang pribadi masing-masing,” katanya.

Mantan Kajur Teknik Elektro ini berharap para peserta selain akan terbentengi dari pengaruh negatif Napza, juga bisa mengetahui gejala-gejala awal terhadap teman dan lingkungan yang sudah menggunakannya, sehingga bisa melakukan pencegahan secara bersama-sama. “Dengan mengetahui ciri-ciri pengguna dan pengedar, kami berharap para mahasiswa dapat secara bersama-sama melakukan pencegahan minimal di lingkungan kampus,” harap Jazidie.

Ditanya kondisi Kampus ITS terhadap peredaran dan pengguna Narkoba, Jazidie mengungkapkan, secara terang-terangan ia belum menemukan fakta peredaran dan pengguna di dalam kampus. Namun ia banyak menerima laporan kalau di lingkungan kampus ITS sudah ada aktor-aktor yang tidak hanya sebagai pengguna tapi juga pengedar. “Itulah sebabnya kami berharap mahasiswa yang ikut pelatihan ini dapat bersama-sama mencegah peredaran Narkoba di kampus dengan mengatahui ciri-ciri dari pengguna dan pengedar,” katanya.

Sementara itu, Nur Hasna, panitia penyelenggara dari Unit Kegiatan Pramuka mengatakan, salah satu tantangan dan masalah serius yang mengancam generasi muda khususnya mahasiswa saat ini adalah makin maraknya penyalahgunaan Napza dan perilaku seks bebas baik jumlah, kualitas maupun peredarannya. “Penyalahgunaan Napza dan perilaku seks bebas akan mengakibatkan gangguan fisik dan mental pemakainya. Lebih lanjut, penyalahgunaan Napza dan perilaku seks bebas dapat mengancam sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat dan mengancam ketahanan nasional yang pada akhirnya akan menghancurkan kehidupan bangsa dan negara,” terangnya.

Dikatakannya, polisi sebagai pihak yang memiliki kewajiban untuk menekan dan memberantas penyalahgunaan dan perilaku seks bebas dikalangan kawula muda mengalami kesulitan untuk mengawasi hal ini, mengingat para pelaku adalah orang yang mengenyam pendidikan di
perguruan tinggi. Ketidakleluasaan polisi untuk bergerak di dalam kampusampus, disalahgunakan oleh para mahasiswa yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan perbuatan-perbuatan terlarang. “Untuk itulah ITS yang merasa hal ini juga terjadi di kampus merasa perlu bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengatasi masalah tersebut,” katanya.

Karena itu, pelatihan yang bertujuan memberi informasi tentang Napza dan HIV/AIDS ini diselenggarakan di ITS. Diharapkan mahasiswa mengerti dan tahu cara menghindari atau mengatasi diri pribadi dan lingkungan dari pengaruh penyalahgunaan Napza maupun penyebarluasan HIV/AIDS. “Sekaligus aktif dalam kegiatan pencegahan penyalahgunaannya,” tambah Husna. Melalui pelatihan ini, juga diharapkan tercipta suatu komunitas yang mampu mencegah dan menanggulangi pelaku penyalahgunaan Napza dan perilaku seks bebas yang berkembang dikalangan mahasiswa.(Humas/rin)

Berita Terkait