ITS News

Senin, 17 Juni 2024
03 Mei 2005, 11:05

Jazidie: Saya Tahu Rahasia Gagal

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Guna mempercepat sharing teknologi yang demikian cepat berkembang, Program Studi Pasca Sarjana Teknik Informatika ITS bekerjasama dengan Microsoft Indonesia mengadakan Seminar .NET. Acara yang diberi judul The Power of .Net in high Computing Application ini dihelat pada Sabtu (30/4) kemarin. Auditorium Pascasarjana ITS yang menjadi tempat acarapun dipadati lebih dari 300 orang. Peserta terdiri dari empat kalangan yaitu mahasiswa, akademisi atau dosen, developer dan coorporate .

Antusiasme masyarakat terhadap seminar ini cukup tinggi. Terbukti, banyak yang berusaha menghubungi panitia untuk bisa ikut walaupun pendaftarannya sudah ditutup. Hasilnya hanya 358 pendaftar saja yang dapat masuk. Gratis dan berdoorprize, menjadi salah satu daya tarik tersendiri hingga menyebabkan tingginya minat masyarakat mengikuti ini. Apalagi informasi yang ditawarkan pada seminar ini juga tergolong baru.

Seminar ini dibuka oleh Dr Ir Achmad Jazidie MEng. Dalam sambutannya, PR III ITS ini mengatakan ia tidak tahu rahasia sukses. “Tapi saya tahu rahasia gagal,” ungkapnya. Ada dua hal yang menjadi kuncinya yaitu berpikir terus tapi tidak pernah bekerja. Dan sebaliknya, bekerja terus tapi tidak pernah berpikir. Karena dua sifat ini, maka jadilah Indonesia seperti sekarang, lanjutnya. Dosen Teknik Elektro ini kemudian berkomentar tentang rutinitas sehari-hari yang menyebabkan kalangan akademisi dan praktisi jarang menemukan terobosan baru. “Waktunya habis untuk marketing, cari mitra, hanya untuk operasionalnya saja. Padahal, riset sangat diperlukan untuk mengembangkan teknologi.

Untuk itu, Jazidie berharap mereka dapat mencurahkan energi untuk penelitian sehingga akan dapat menemukan sesuatu yang baru. Ia mencontohkan, sebulan yang lalu ITS telah menjalin kerjasama dengan Jepang dalam hal riset dan laboratorium. Rencananya, tahun pertama kerjasama untuk penelitian dengan memfasilitasi laboratorium. Sedangkan tahun kedua akan lebih ditekankan dalam bidang life education. “Nantinya akan menerapkan model kuliah baru,” katanya.

Sementara itu, Antonius Susanto, dari Microsoft, sempat tidak percaya kalau jumlah peserta bisa sebanyak ini. Ia menyatakan even kali ini adalah terbesar dari segi jumlah peserta dari yang pernah dilakukan Microsoft di Jawa Timur. Mengenai riset, aa pun memberikan penegasan. “Industri dan pendidikan harus melakukan simbiosis,” kata Antonius. Maksudnya, keduanya harus saling membantu dengan riset-riset yang dilakukan. Antonius lalu mencontohkan, kemajuan teknologi HP sangat berkembang pesat. “Ada penelitian, 9 dari 10 orang akan kembali ke rumah jika ia lupa bawa HP,” ungkapnya. Ini menandakan begitu pentingnya alat komunikasi di era globalisasi ini.

Antonius lalu mengatakan, sebenarnya SDM Indonesia mampu bersaing dengan luar. Ini dibuktikan, kemarin orang Indonesia menjadi juara satu dan dua dalam kompetisi internasional yang diadakan oleh Google. Namun, masalahnya dari infrastruktur sendiri yang kurang dapat menyikapinya. Ia juga menjelaskan bahwa sekarang ini kalangan industri kesulitan untuk menemukan tenaga ahli di bidang software. Padahal, 35% lulusan Indonesia dari bidang sains dan teknik. Tapi, tetap saja realitanya sangat sedikit yang ahli. (th@/tov)

Berita Terkait