ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
06 April 2005, 12:04

Strategi Menjadi Pemenang di Dunia Kerja

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Guna memotivasi mahasiswa dalam menyiapkan diri memasuki lapangan kerja, PT Semen Gresik menggandeng SAC ITS menghelat seminar. Seminar bertemal Persaingan Dunia Global ini, mampu mengundang antusiasme mahasiswa ITS. Terbukti Auditorium Pasca Sarjana yang dipadati ratusan peserta.

Menurut Ketua Panitia, Ir. Joke Pratilastiarso, MT, acara ini sebenarnya dikhususkan untuk mahasiswa Teknik Sipil ITS. "Ini sesuai dengan permintaan dari sponsor," ungkapnya. Namun dengan adanya beberapa masukan, akhirnya acara ini boleh diikuti semua mahasiswa ITS.

Joke Pratilastiarso mengatakan seminar ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa ITS. Nantinya mereka diharapkan bisa menjadi apapun meski bidang ilmu yang dipelajari berbasic Engineering. “Setelah lulus, Mahasiswa Teknik Sipil tidak selalu akan jadi kontraktor,” ujarnya memberikan contoh. Pria yang juga pengelola SAC ini menegaskan output yang diharapkan yaitu membuka wawasan mahasiswa bahwa pekerjaan tidak harus sesuai disiplin ilmunya.

Seminar ini dibuka oleh Dr Ir Achmad Jazidie M Eng, Pembantu Rektor III ITS. Menurut mantan Kajur Teknik Elektro ini, dalam persaingan kerja, semua orang pasti mengharapkan menjadi pemenang. “Kuncinya, habits sebelum peperangan,” ungkapnya.

Maksudnya, untuk menjadi pemenang harus dilatih kebiasaan pemenang sebelum pertempuran di dunia kerja. Sehingga kita lebih siap memenangkan. Yang paling penting adalah menjadi pemenang sejati. “Kita menang bukan karena lawan kita lemah tapi memang karena kemampuan, “ungkap Jazidie.

Di sisi lain, Tjatur Ermitajani Judi, Praktisi Bisnis dan Motivator membocorkan tentang strategi menjadi pemenang. “Dalam bisnis, yang ada pemenang bukan juara,” tegasnya. Sebab, ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Juara akan mempunyai beban untuk tetap bertahan, sedangkan pemenang hanya sekali tanpa ada beban untuk tetap eksis. “Apalagi nantinya akan diingat bahwa ia pernah jadi pemenang,” ujar Tjatur. Namun, ada persamaan antara pemenang dan juara yaitu sama-sama butuh proses dan dicoba berulang-ulang.

Persiapan yang diperlukan seorang pemenang sangat sederhana. “Diri kita asset potensial,” kata Tjatur yang juga pengelola Radio Wijaya ini menjelaskan. Ada tiga asset diri yang dibutuhkan yaitu keinginan, kondisi, dan dan kemampuan. “Banyak orang yang hanya punya keinginan tapi tidak melihat kondisi dan kemampuannya,” komentarnya. Padahal untuk menjadi pemenang dibutuhkan ketiga komponen itu. “Yang benar, punya keinginan, tahu kondisi dan arahkan kemampuan,” kata Tjatur lagi. Selain itu, seorang pemenang harus berani bayar harga. Artinya, kita harus berani mengambil resiko. “Jika anda menang, akan bisa kuasai lingkungan,” ungkapnya. (th@/rin)

Berita Terkait