ITS News

Selasa, 28 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

UHT Raih Penghargaan Tertinggi Indonesia Challenges

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

UHT berhak atas penghargaan tertinggi itu dengan mengumpulkan total nilai sebanyak 234 point, yang dikumpulkan dalam berbagai kegiatan lomba tersebut.

Menurut Ketua Panitia IC, Mangoloi M. S., Rabu (10/2) siang, hasil akhir dari perhitungan tim juri menempatkan UHT yang memperoleh penghargaan tertinggi tersebut. "Total nilai yang dikumpulkan Tim Bagas dari UHT mengalahkan tim-tim lainnya, karena itu meraka berhak mendapatkan
penghargaan tersebut," katanya.

Selain penghargaan tertinggi panitia juga telah menentukan para pemenang even dengan urutan pertama diduduki Tim Hantu Laut dari Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS dengan total nilai 226 point, diurutan kedua tim ITS Maritime Challenge, diurutan ketiga diduduki oleh Tim Shark dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS, dan ditempat keempat tim dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
(ITATS). "Antara tim Bagas dan Tim Hantu Laut sebenarnya selisih nilainya tidak terlalu jauh, tapi mereka memang layak mendapatkan juara umum, karena begitu matang persiapannya dan juga bisa mengenali medan dengan baik," katanya.

Dalam pengumpulan nilai, tim UHT unggul pada lomba layar dan dayung (oars and sails) yang meski layarnya tidak bisa berkembang sempurna karena patah, mereka tetap berhasil memasuki garis finsh pertama. Di perlombaan tarik-menarik kapal (towing competition), UHT juga menduduki tempat kedua, sementara tempat pertama diraih oleh Tim Hantu Laut dari Jurusan Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS, sedang pada lomba dayung (rowing race) hanya menempati posisi kedua, sementara pada lomba menangkap ikan (fisihing contest), tidak satu pun tim yang berhasil mendapatkan nomor, karena memang tidak ada yang memperoleh tangkapan ikan.

Sejak awal, para peserta juga sudah menjagokan UHT yang meski menggunakan kapal kayu tradisional sewaan milik nelayan di Kenjeran, bakal keluar sebagai juara. Ini terlihat dari keseriusan para anggota tim di dalam menimba ilmu dari para nelayan sebagai pemilik kapal yang disewanya. Hampir di waktu-waktu senggang para anggota tim selalu berkomunikasi dengan para nelayan yang memang sengaja diikutkan untuk memberikan arahan sebelum lomba berjalan.

"Mereka serius dan mau belajar meski kepada nelayan sekalipun. Tim UHT tidak hanya berteori tapi juga mendapatkan ilmu langsung dari para nelayan, di situlah letak keunggulan mereka," kata salah seorang peserta.

Hal itu diakui juga oleh Eko Rian salah seorang anggota Tim Bagas UHT. Menurutnya, apa yang dilakukanya dengan cara menimba ilmu dari para nelayan secara langsung tidak lain untuk memadukan antara teori yang ia peroleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan yang sudah dilakukan oleh nelayan. "Hasilnya memang kami bisa lebih unggul. Itu sebabnya kenapa kami harus membawa para nelayan ikut dalam rombongan tim dan membiayai mereka," katanya. (Humas – ITS, 10 Februari 2004)

Berita Terkait