ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Tokoh Di Balik Pelatihan Aparat Pemerintah Kota Surabaya

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Selama sebulan ini, pemerintah kota (pemkot) Surabaya bekerjasama dengan ITS menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Aparatur Pemkot Surabaya. Pelatihan ini ditangani oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan berlangsung mulai kemarin (10/8). Sebenarnya, siapakah tokoh di balik kesuksesan kerjasama antara dua instansi penting di Surabaya ini?

Tak lain dan tak bukan, orang itu adalah Ir. Putu Rudi Setiawan MSc. "Yah..ini juga merupakan hasil kerja tim," ujar Putu Rudi. Pria yang sehari-hari mengajar di program studi Perencanaan Wilayah Kota ini, dipercaya memegang peran penting sebagai ketua panitia pelatihan tersebut. Apakah itu merupakan beban bagi bapak dari tiga putera ini?"Wah..ini sih buka beban, melainkan pengalaman baru bagi saya," katanya

Menurut pria kelahiran Malang ini, ide pelatihan berawal dari pembicaraan dengan pegawai pemkot sendiri. Isi pembicaraan itu mengenai optimalisasi keberadaan pegawai pemkot. Selama ini, SDM yang ada di pemkot dirasa kurang memadai. "Apalagi kalau dilihat dari background-nya," terang Putu Rudi. Misalnya saja di bagian Dinas Tata kota. Seharusnya SDM yang bekerja di dinas ini mempunyai latar belakang teknik, utamanya Teknik Sipil, Tata Kota, Lingkungan ataupun Geodesi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dinas ini terisi oleh orang-orang sosial. Ada memang yang dari teknik, tapi Teknik Mesin. "Ini jelas tidak ada kejelasan hubungan dengan pekerjaan yang akan ditangani dinas tersebut," jelas pria penghobi olahraga ini.

Ditanya tentang hambatan selama persiapan dan pelaksanaan pelatihan, Putu Rudi mengakui tidak ada hambatan yang berarti. "Semuanya berjalan lancar," terang Sekretaris Asosiasi Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) cabang Jawa Timur ini. Cuma, negoisasi waktu pelaksanaan saja yang memakan waktu agak lama. Ini dikarenakan, pihak pemkot menginginkan pelatihan dilaksanakan pada jam kerja, pukul 08.00-15.30 WIB. " Jadi,sesuai kesepakatan, pelatihannya juga sesuai jam kerja," ujar alumni Planologi ITB ini.

Dalam pandangan suami dari Luluk Setyarini ini, pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan memang cukup baik. Namun, pengetahuan itu masih sebatas pada bidangnya masing-masing. "Ini saya peroleh setelah mengajar mereka pada sesi pertama hari ini (10/8) mengenai pemanfaatan peta dalam pembangunan," kata Putu Rudi. Pada dasarnya, peserta pelatihan telah mengetahui fungsi peta. Mereka menganggap peta yang baik adalah peta yang bagus. "Tapi, tentang manfaatnya peta dalam pembangunan, umumnya mereka belum begitu paham," terang pria yang pernah bekerja sebagai konsultan ini. "Entah kalau pelatihan ini telah berjalan dua tiga hari," lanjutnya.

Diakui oleh Putu Rudi, pelatihan selama sebulan ini merupakan pelatihan yang pertama bagi pegawai pemkot. "Biasanya, undangan yang datang untuk memberikan kursus singkat ke dewan," akunya. Karena itu, pelatihan ini direncanakan sebagai pijakan untuk pelatihan serupa ke depannya. Diharapkan, pelatihan ini dapat lebih dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Sehingga, untuk ke depannya, tercipta SDM pemkot yang handal dan mampu melayani masyarakat dengan baik.
(rin/bch)

Berita Terkait