ITS News

Rabu, 05 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Tim Kapal ITS Bingung, Tak Punya Dana, Khawatir Batal ke Italia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Keberangkatan tim ITS Maritim Challenge ke Genoa, Italia untuk mengikuti Kontes Perahu Sedunia terancam batal. Pasalnya, hingga kini tim mahasiswa teknik perkapalan ITS itu belum mempunyai dana untuk keberangkatannya.

Menurut koordinator tim ITS Maritim Challenge, Mangoloy Siallagan, belum ada pihak yang bersedia menyeponsori rencana keberangkatan timnya itu. "Kami sudah menghubungi banyak pihak, tapi belum ada yang mau menjadi sponsor," ujar Oloi, panggilan Mangoloy kemarin.

Berapa dana yang dibutuhkan? "Sekitar Rp 350 juta," ujarnya. Dana sebesar itu, kata Oloi, dipergunakan untuk biaya transportasi, pengangkutan perahu, dan keperluan akomodasi selama di Italia. "Kami berharap ada yang bersedia menyeponsori kami. Bagaimanapun kami membawa nama bangsa," katanya.

Seperti diberitakan, tim ITS Maritim Challenge kembali mendapat tantangan untuk menunjukkan kebolehannya. Setelah pertengahan 2002 lalu berhasil menjuarai Atlantic Maritim Challenge di Amerika, kini tim yang dikomandani Oloi itu bakal berlaga di Genoa, Italia. Rencananya, kontes itu akan dimulai 10 hingga 14 April mendatang. Perahu yang bakal mereka tampilkan berjenis Gig dengan panjang 11,8 meter, lebar 2,1 meter, dan memiliki tiga layar.

Meski belum mendapat sponsor, namun Oloi Cs tetap giat berlatih di Pantai Kenjeran. Beberapa anggota tim dengan piawainya membawa perahu ke tengah lautan. Sebagian di antara mereka tampak sedang mengotak-atik layar dan tali di atas perahu. Sengatan matahari tak mengurangi semangat mereka untuk berlatih.

"Di Genoa saat ini sedang musim panas. Jadi, kami ingin membiasakan diri dengan panasnya suhu di sana," terang Oloi.

Menurut mahasiswa angkatan tahun 1999 ini, timnya telah berlatih sejak 20 Januari lalu. "Rencananya, kami akan terus berlatih setiap hari hingga tanggal 15 Februari," katanya.

Bahkan, mereka menyewa sebuah vila kecil di tepi pantai selama sebulan. "Biaya sewa vila dan kebutuhan selama latihan kami peroleh dengan cara patungan," katanya.

"Anggota tim sengaja kita karantina di vila ini agar konsentrasi mereka terpusat pada latihan," jelas Oloi.

Latihan dimulai sekitar pukul 06.00 dan berakhir pukul 19.00. Selain kemampuan berlayar, latihan juga meliputi berbagai ketrampilan maritim lainnya. "Banyak yang kita latih. Misalnya tali temali, navigasi, slalom, sack transfer, captain gigs. Sebab, semua itu termasuk materi yang diujikan," ujar Oloi. (oni)

Berita Terkait