ITS News

Selasa, 28 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Tim ITS Maritim Challenge Siap Berangkat ke Perancis

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"Meski kami masih kekurangan dana tapi kami optimistis bakal berangkat. Ini karena kapal kami telah mendahului kami ke Perancis," kata Nanang Setiyobudi, koordinator tim, kepada wartawan, Selasa (22/6) siang. Hari-hari ini, kata Nanang menambahkan setelah kapal diberangkatkan para mahasiswa yang tergabung didalam tim terus melakukan penggalangan dana dan melakukan latihan fisik dan mental termasuk menambah kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Perancis dan bahasa Inggris.

"Kami berharap akan mendapat tambahan dana melalui berbagai sponsor setelah melihat keseriusan tim kami untuk benar-benar berangkat. Faktanya kini kami telah mengirim kapal ke arena itu," katanya. Dikatakannya keberangkatan Tim ITS MC 2004 ke Toulon, Perancis, bukan tanpa beban. Beban terberat saat ini untuk terus meyakinkan kepada sponsor akan keikutsertaan mereka untuk membiayai tim. Selain itu beban berat lainnya karena kebarangkatan tim ini juga untuk mempertahankan juara yang pernah diraih ITS pada kegiatan serupa tahun 2002 di Rockland, Maine, AS.

"Untuk mempersiapkan semua itu, sebanyak 17 mahasiswa yang tergabung didalam tim itu kini telah mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Hari-hari ini, mengisi liburan panjang semester kami menghabiskan waktu untuk terus berlatih fisik dan mental, termasuk menambah kemampuan berbahasa asing). Ini kami lakukan agar tim kami bisa mempertahankan juara," katanya. Dikatakannya, ketujuh belas mahasiswa itu terdiri atas 10 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Kelutan dan 7 orang dari mahasiswa Politeknik Perkapalan. Empat dari 17 mahasiswa itu adalah perempuan.

"Hingga kini tim ITS MC 2004 merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia Pasifik yang telah mendaftarkan diri. Informasi terakhir dari panitia, ada 52 tim anggota Altantic Challenge Foundation selain tim dari ITS yang bakal mengikuti kegiatan dua tahunan itu, meski baru 24 tim yang telah melakukan pendaftaran.

Nanang berharap dengan telah dikirimnya kapal ke Perancis upaya penggalangan dana di masyarakat bisa berjalan lebih baik lagi. "Kami menyadari tanpa dukungan masyarakat baik pemerintah maupun perusahaan swasta, kami tidak akan mampu menanggung beban biaya yang begitu besar untuk berangkat ke Perancis. Karena itulah kami juga menyiapkan dengan baik tim penggalangan dana," kata Nanang.

Keberangkatan ITS MC 2004 antara lain memang untuk mempertahankan penghargaan Spirit of Atlantic Challenge Award yang pernah diraih dua tahun lalu pada kegiatan yang sama. Perlu diketahui dalam lomba kemampuan kepelautan dan pembuatan kapal bertaraf internasional ‘Atlantic Challenge 2002 di Maine, AS’ yang lalu, Tim ITS untuk pertama kalinya mendapat penghargaan tertinggi, The Spirit of Atlantic Challenge Award. "Sebuah kebanggaan memang, pertama kali ikut dan kami langsung mendapat supremasi tertinggi yang diperebutkan oleh semua peserta dari berbagai negara di dunia," katanya.

Menyinggung total biaya yang dibutuhkan Nanang menjelaskan mencapai hampir Rp 450 juta. "Kini sekitar 50 persen sudah tertutupi, tinggal 50 persennya lagi yang antara lain dibutuhkan untuk transportasi dan akomodasi tim di Perancis saat mengikuti lomba. Tapi kami sedikit lega sudah bisa mengirim kapal sesuai dengan jadwal yang direncanakan," katanya.
(Humas–ITS, 22 Juni 2004)

Berita Terkait