ITS News

Minggu, 27 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Tim Ellite Sawonggaling minta doa ke ortu

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Lain An-dong, lain pula Ellite Sawonggaling (gabungan antar tim dari elite dan sawonggaling). Meski kedua tim ini mewakili Politeknik Elka, namun persaingan diantar mereka tetap ada.

Buktinya, pada waktu diadakan kontes dipoliteknik beberapa hari lalu. Terlihat antara tim dari Politeknik menunjukan kemampuanya untuk menjadi tim yang terbaik. Dan salah satunya, Tim Sawonggaling yang pada saat itu dapat memperoleh point terbanyak jika dibandingkan dari tim yang lainnya.

Menurut, Afrisanto, ketua tim Elite Sawonggaling, mengakui bahwa sebenarnya persaingan ini memang ditumbuhkan untuk dapat memicu semangat dari masing-masing tim. "Kalau nggak ada persaingan, maka tidak mungkin bisa menjadi terbaik nantinya," ujarnya saat di temui diruangan lantai 3 Poltekelka.

Sejurus dengan itu, nampak robot yang akan diikutkan dalam kontes robot tingkat nasional ini sudah siap. Meski masih dilakukan uji coba dari robot itu sendiri, khususnya untuk robot manualnya. "Ini dilakukan untuk mengantisipasi kalau ada bagian yang rusak atau kurang berfungsi," kata mahasiswa anggkatan 99.

Robot yang telah dipersiapkan dalam IRC (Indonesian Robot Contest) 2002 ini, terdiri dari 5 buah robot automatic dan sebuah robot manual. Untuk robot yang automatic dapat menampung bola sampai 3 bola. Sedangkan untuk robot manualnya akan membawa sekitar 15 bola. "Jumlah dari robot keseluruhan, menurut aturannya harus kurang atau sama dengan 40 kilogram," jelasnya

Oleh karenanya, tambahnya, robot manualnya dirancang sedemikian rupa, seperti tangan yang terdapat pada sisi kanan dan kiri. Panjang dari masing-masing tangan ini sekitar 2 meter yang bisa digerakkan kedepan dan kesamping. "Fungsi dari tangan ini tergantung darimana kami nanti akan memulai kontes. Karena itu tergantung dari dewan juri yang menentukannya," terang mahasiswa politeknik elka yang mengambil Jurusan Elektronika.

Ada hal yang menarik dari mengenai persiapan dari anggota tim ini, tim yang beranggotakan Shofiyul Fikri, Abdullah Makhrus, Ferdi Fauzi, Danang, dan Hasan Habibie, ketika ditemui di Politeknik ternyata hanya ada Afrisanto dan Abdulah Makhrus. Sedangkan anggota lainya, ternyata pulang kampung untuk minta restu orang tua mereka."Mereka pulang, katanya, sih. Mau minta doa ke orang tua agar nanti dapat menang," katanya sambil tersenyum. (rom/li)

Berita Terkait