ITS News

Minggu, 03 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

TIDAK TRANSPARAN, BEM MUNDUR

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Suksesi rektor ITS yang berlangsung selama 2 bulan mendatang nampaknya tidak semulus pihak Senat Institut harapkan. Pihak Senat Institut mencoba merangkul semua elemen dalam kampus ITS dalam pemilihan rektor untuk periode 2003-2007 mendatang.

Keinginan pihak Senat tersebut ditandai dengan dimasukkannya BEM dalam sistem pemilihan rektor untuk mewakili suara mahasiswa ITS yang berjumlah 15 ribu lebih. Selain itu dipasangnya spanduk pengumuman adanya suksesi rektor seperti halnya pengumuman registrasi setiap semester ataupun semester pendek. "Itu semua demi transparansi!" ujar staf BAAK yang memasang spanduk yang tidak mau ditulis namanya.

Dari penjaringan awal sebanyak 49 orang dan telah mengalami seleksi administratif kepangkatan dan golongan serta kesediaannya, hanya 19 orang yang lolos diantaranya yaitu Dr.Ir. M.Nuh,DEA., dari PENS ITS, Prof.Ir. Hadi Sutrisno dari FTI, Ir.Riyanarto Sarno,MSc.,PhD. dari FTIF serta Dr.Suasmoro dari FMIPA, Prof.Dr.Ir. Nadjadji Anwar,MSc. dari FTSP, Dr.Ir.Paulus Indiyono,MSc. dari FTK dan Ir.Supeno Djanali,MSc.,PhD. dari FTIF yang juga PR I ITS periode 1999-2002 saat ini.

Apa yang diharapkan Senat Institut agar suara mahasiswa dapat disalurkan secara resmi melalui BEM agaknya akan menemui kendala yang cukup berarti dengan mundurnya pihak BEM yang diwakili Presidennya yaitu Nugroho Fredivianus dalam susunan panitia pemilihan rektor ITS yang sudah ditandatangani Ketua Senat Institut yang juga rektor ITS beberapa waktu yang lalu. "Kita (LM ITS & BEM ITS) mundur dari sistem tersebut karena kita sudah tidak dilibatkan sejak awal" ujar Nugg panggilan presiden BEM saat dikonfirmasi ITS Online Kamis (04/10) lalu. Nugg menjelaskan bahwa BEM dan LM (legislatif mahasiswa) sejak awal memang tidak dilibatkan dalam penjaringan bakal calon (balon) rektor dan tahu-tahu sudah ada 19 nama calon rektor yang terseleksi.

"Meskipun kita bukan bagian dari senat tapi tolong diberi tempat sebagai peninjau," tegas Nugg. Keinginan BEM untuk mundur tidak dapat dibendung apalagi pihak LM ITS sendiri sudah menyatakan bahwa pemilihan rektor tidak transparan lagi.

Bagaimana tanggapan pihak panitia mengenai hal itu? Pihak panitia yang diwakili oleh Ir.H.Soemartojo PR III ITS yang juga ketua panitia penjaringan rektor ITS, mengatakan bahwa itu adalah hak BEM untuk mundur atau bersama kami.

Lantas apa yang akan dilakukan BEM sendiri?. BEM rupanya akan segera mengeluarkan pernyataan sikap mengenai pemilihan rektor ITS secepatnya. Selain pernyataan sikap juga mekanisme dimana suara mahasiwa akan disalurkan melalui BEM yang sudah diluar sistem birokrasi yang ada. "Kita masih menggodok mekanisme penyaluran suara mahasiswa sejak kita nggak dalam sistem lagi!" ujar Nugg. Mekanisme penyaluran suara itu akan segera diumumkan secepatnya dan saat ini dalam pembahasan dengan pihak LM dan Presidium jurusan.

Dari ke 19 nama yang masuk sudah dua calon terkuat yaitu Dr.M.Nuh,DEA. dari PENS serta Ir.Supeno Djanali,M.Sc,Ph.D dari FTIF yang menduduki poling tertinggi yang diadakan oleh ITS Online.(blh/bch)

Berita Terkait