ITS News

Selasa, 05 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

TIDAK IKUT UGP = UKM SAKIT

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Setelah dibuka secara resmi oleh Rektor ITS dilapangan perpustakaan pusat hari Senin lalu, acara Unjuk Gelar dan Prestasi diadakan selama 1 minggu hingga Jum'at(12/9). Acara yang merupakan agenda tahunan Lembaga Minat dan Bakat (LMB) ini digelar didepan ruang kaca dan sekitar kantin pusat.

"Sebenarnya kita mau bikin stan buat UKM-UKM itu diruang kaca. Tapi karena jadwalnya bentrok dengan Himatika yang saat ini juga mengadakan bursa buku, akhirnya stan UKM-UKM itu kita buat disekitar kantin pusat," ujar Choirul Azis, presiden LMB.

UGP kali ini diikuti oleh lebih dari 20 UKM yang ada di ITS. UKM itu diantaranya adalah UK Siklus, UK Penalaran, UK Paduan Suara Mahasiswa(PSM), UK Bridge, UK Fotografi, UK Koperasi Mahasiswa(Kopma), UK Musik dan UK Bahasa Asing.

Selain itu ada juga UKM semacam bela diri dan pencak silat diantaranya UK Perisai Diri, UK Hikmatul Iman, UK Setia Hati Terate, UK Satria Nusantara, UK Jiu Jitsu, UK Kempo, UK Merpati Putih dan beberapa UKM
lainnya.

Namun, Choirul menyatakan ada beberapa UKM yang tidak turut berpartisipasi dalam UGP kali ini. "Saya sudah coba mengajak mereka untuk ikutan unjuk prestasi pada kesempatan ini, tapi mereka tidak meresponnya. Padahal kalau dalam peraturannya UK yang tidak ikut dalam UGP itu termasuk UKM yang sakit," jelas Choirul.

Mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2000 ini menyebutkan sejumlah nama-nama UKM yang tidak ikut dalam UGP. Diantaranya UK Bulutangkis, UK Atletik, UK Judo dan UK Tenis Lapangan.

"Kepada UKM yang sakit itu tidak langsung dibubarkan begitu saja, namun kita akan berikan treatment khusus dulu pada mereka. Dan apabila itu tidak berhasil maka UK tersebut baru akan kita matikan," ujar Choirul menegaskan.

Lain dari itu, ada juga calon UK yang ikutan dalam UGP tahun ini yaitu Radio ITS. "Untuk bisa menjadi UKM memang harus ikut UGP dulu. Setelah itu kita adakan study kelayakan kepada calon UK tersebut. Nah,untuk Radio ITS ini kita adakan study kelayakan selama 2×3 bulan. Jika mereka berhasil, mereka akan resmi menjadi UKM dan tentunya akan menambah wadah kreativitas mahasiswa," terang Choirul.(sept/rom)

Berita Terkait