ITS News

Senin, 06 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Tender; tahu aturan, taktik dan trik, dijamin menang

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tender atau lelang ternyata memakai banyak sekali aturan, trik, dan taktik yang jitu. Tanpa mengetahui aturan dengan baik, serta memakai trik dan taktik yang jitu tidak mungkin sebuah perusahan mampu menang tender. Berbagai hal mengenai tender terungkap jelas melalui Pelatihan Tender yang digelar Lembaga Eksekutif Teknik Sipil Sabtu kemarin (18/10).

Dalam pelatihan yang disertai simulasi ini, sekitar tujuh puluh peserta diajak untuk mengetahui seluk beluk bisnis yang bisa bernilai miliaran rupiah ini. Tender sendiri pada umumnya merupakan alat bantu dalam menyediakan barang, jasa, dan fasilitas lainnya. Tender biasanya dilakukan secara terbuka oleh instansi pemerintah maupun swasta.

"Bisnis tender bagi saya sendiri sudah mendarah daging. Hampir dua puluh tahun saya sudah bergelut di sini, " cerita Edi Tripurnomo, Instruktur dari PT Adhi Karya.

Secara umum, papar lulusan D3 Teknik Sipil ITS ini, tender terbagi atas dua tahapan. Tahapan administrasi dan tahapan tender sendiri. Tahapan administrasi tergolong paling sulit. "Di sini rata-rata peserta banyak jatuh. Dan itu tentu memalukan, belum berperang sudah kalah, " sanggah Edi.

Pesyaratan administrasi sendiri terbagi atas dua. Yakni, dokumen umum dan dokumen penawaran. Dokumen umum menunjukkan profil perusahaan dan kualifikasinya, sedangkan dokumen penawaran berisikan penawaran harga proyek. "Walau harganya rendah, tapi kalau dokumen umum gagal, maka gagal total, " kata Edi mengingatkan.

"Pada saat tender berlangsung baru dibuka daftar harga, " tambah lulusan S1 Teknik Sipil ITATS ini. Penilaian harga menjadi salah satu faktor yang dinilai, tentunya selain rancangan dan desain kerja, kualitas produk, dan faktor teknis lainnya.

Walaupun begitu, Edi sebagai praktisi pelaksana berbagai proyek ketika ditanya, mengakui bahwa seringkali tender mengandung unsur KKN. "Kita tahu sendiri negara ini kayak apa, " kilah Edi. Walau begitu Edi berusaha meyakinkan bahwa masih banyak proyek yang bersih. Proyek yang bersih ini biasanya diberikan oleh pihak swasta. (ryo/Lin)

Berita Terkait