ITS News

Jumat, 01 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Teknologi Pengenalan Wajah

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Teknologi pengenalan wajah sudah biasa di negara-negara maju, khususnya di Amerika. Terlebih lagi setelah serangan teroris 11 Nopember beberapa tahun lalu. Teknologi ini malahan diterapkan disegala tempat keramaian yang ada di negara adi kuasa ini. Tetapi bagi Indonesia, teknologi ini masih relatif baru. Meski untuk beberapa perkantoran di Jakarta telah menerapkan jenis pengaman seperti ini.

Inilah yang disampaikan oleh Dr.Dadet Pramadihanto, pembicara utama di Seminar on Intelligent Technology and Its Application (SITIA) 2004, Selasa (18/5). Dosen Politeknik Elektro ini menjelaskan kalau pengenalan wajah itu terlebih dahulu dengan penentuan modelnya. Model itu sendiri terdiri dari node dan edge.

"Node itu untuk menentukan feature dari wajah. Sedangkan untuk topologi menggunakan edge. Node yang memiliki nilai yang tertinggi letaknya di bagian mata. Karena dibagian ini jarang sekali mengalami pergerakkan," terang pria yang pernah studi di Osaka University, Jepang ini.

Lantas, bagaimana jika wajah tidak sejajar dengan kamera ? "Selama menolehnya tidak lebih dari 15 derajat maka ketelitiannya hanya bisa 83,33 persen," jelasnya. Pahadal untuk wajah yang sejajar dengan kamera ketelitian yang diperoleh sekitar 90 persen. Metode ini tidak hanya untuk pergerakkan wajah saja melainkan dapat juga digunakan untuk deteksi ekspresi dari wajah.

"Tapi untuk ekspresi wajah sementara ini hanya terbatas pada eskpresi gembira, terkejut, dan sedih saja. Kalau eksperesi wajah gembira ketetitiannya hingga 93 persen sedangkan untuk terkejut dan sedih sekitar 92 persen dan 91 persen, " tutur dosen yang telah memperoleh bantuan penelitian dari Menristek ini.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi pengenalan wajah dari penelitiannya ini memiliki kelibihan jika dibandingkan dengan penelitian serupa yang telah dilakukan di beberapa universitas luar negeri. "Kelebihan daripada pengenalan wajah dari penelitian ini dalam penambahan database-nya lebih mudah jika dibandingkan yang lain," ungkapnya.

Untuk itu, tambahnya, ia akan mengembangkan teknologi pengenalan wajah ini dengan mengabungkan geometri suara. Sehingga di masa depan penelitian ini akan lebih aplikatif lagi. "Saya berharap dengan penelitian ini maka peluang untuk pengembangan semakin besar," ujarnya.(rom/har)

Berita Terkait