ITS News

Minggu, 12 Juli 2020
15 Maret 2005, 12:03

Tangguh di Sungai Dangkal

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Satu lagi karya inovatif lahir dari tangan-tangan alumni Teknik Perkapalan ITS. Sebuah airboat bikinan mereka yang diklaim sebagai model pertama di Indonesia itu, kemarin di-launching.

Kali Mas belakang Jl Kayoon menjadi ajang unjuk kebolehan airboat yang diberi nama Spirit of Inovation itu. Tiga orang alumni ITS tampak piawai saat menavigasikan kapal. Rimbunnya tumbuhan yang ada di pinggiran sungai tak menghalangi manuver airboat.

Menurut Ketua Tim airboat Agung Syakirul, Spirit of Inovation merupakan hand made (buatan tangan) tujuh alumni Politeknik Perkapalan ITS angkatan 1999. Selain Agung, juga Mustain, Ahmad Arifianto, Yogi Eko, Yoyok Setio, Heri Broto, dan Pongky Prasetyo.

"Kami dibimbing oleh Pak Iwan Koesmarwanto, dosen teknik perkapalan ITS," terang Agung.

Airboat ITS ini, kata Agung, mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan airboat yang sudah ada. "Airboat buatan kami mampu dioperasikan pada sungai dengan kedalaman hanya 20 hingga 40 centimeter," ujarnya.

Ini, kata Agung, disebabkan bagian bawah perahu berbentuk flat (datar). " Airboat yang ada selama ini tidak bisa dioperasikan pada sungai dangkal karena bagian bawahnya berbentuk segitiga," terang Agung.

Selain bentuk kapal, lanjut pria asli Sidoarjo ini, airboat buatan timnya juga memiliki keistimewaan pada baling-baling. "Baling-balingnya ada di atas air. Bandingkan dengan airboat lain yang baling-balingnya ada di bawah kapal," ujarnya.

Itu sebabnya airboat buatan Agung Cs itu mampu dioperasikan di danau atau rawa yang banyak tumbuhan airnya. "Baling-baling tidak akan tersangkut pada akar tumbuhan air karena ada di atas," lanjutnya.

Bukan itu saja kelebihan airboat ini. Menurut Agung, kemampuan manuver kapalnya juga sangat andal. "Untuk berputar 180 derajat, airboat kami hanya membutuhkan sungai selebar 4 meter saja," ujarnya bangga.

Jika dilihat sekilas, airboat itu tampak ramping. "Memang, untuk saat ini kami hanya membuat airboat dengan kapasitas penumpang 3 orang saja," terang Agung.

Pria yang kemarin terlihat sibuk mengomandoi teman-temannya itu lalu memaparkan profil dari airbot. Airboat ini mempunyai panjang 4 meter, dengan lebarnya 1,8 meter. Tenaga penggeraknya menggunakan motor 2 tak tipe Rotax FR 125 MAX yang berbahan bakar Super TT dicampur oli. "Motor jenis ini biasa dipakai untuk menggerakkan go kart," terang Agung.

Agung menambahkan, airboat itu cocok dipergunakan untuk para pekerja tambang di pedalaman Kalimantan. "Banyak tambang yang lokasinya di tengah hutan. Satu-satunya jalan menuju tambang itu hanyalah mengikuti sungai dangkal di tengah hutan," papar Agung.

Apa bisa diterapkan di Surabaya? "Kalau hanya untuk bersih-bersih sungai, saya yakin bisa," ujarnya.

Ide awal pembuatan airboat ini, menurut Agung, datang saat dia dan teman-temannya mengerjakan tugas akhir. "Kebetulan kami bertujuh memang menggarap tugas akhir tentang airboat. Ada yang membahas desain, motor, dan perhitungan gaya," ujarnya.

Mengapa memilih airboat? "Banyak sungai dan danau di Indonesia yang dangkal dan sulit dilewati perahu biasa. Itu sebabnya kami berusaha menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi itu," ujarnya.

Saat ketujuh orang itu diwisuda pertengahan November lalu, mereka sepakat untuk mempraktikkan teori dalam tugas akhirnya. "Kami juga meminta Pak Iwan untuk membimbing kami," lanjut pria berkulit sawo matang ini.

Hanya dalam waktu dua setengah bulan, airboat yang bakal dijual seharga Rp 45 juta itu berhasil dirampungkan. "Kendala kami terletak pada keterbatasan peralatan yang kami miliki," aku Agung. (oni/mms)

Berita Terkait