ITS News

Jumat, 30 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Tandai Pembentukan Pusat Studi Bencana, ITS Gelar Seminar Internasional

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

SATU lagi kegiatan berskala internasional digelar olehInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.Seminar internasional yang bakal digelar pada 24
Maret 2004 ini untuk menandai dibukanya Pusat Studi Bencana di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Dikatakan ketua panitia seminar, Drs Suharmadi Dipl.Sc MPhl, dibentuknya pusat studi itu tidak lain merupakan bagian dari kepedulian ITS didalam menyikapi munculnya
berbagai bencana di tanah air. "ITS menjadi salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang diberikan kewenangan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi untuk
menangani dan mengkaji masalah-masalah bencana yang dimbul dengan segala akibatnya," katanya Rabu, 17
Maret 2004.

Dua perguruan tinggi lainnya, kata Suharmadi
menambahkan, masing-masing ITB dengan spesialisasi di bidang gempa, UGM di bidang manajemen penanggulangannya. "ITS akan menspesialisasikan diri di bidang diteknis dini terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana alam. Karena itu pada seminar yang menandai pembentukan pusat studi ini tema yang diambil pun tentang The
Early Warning Systems of Disasters," katanya.
Dikatakannya, seminar ini berskala internasional, karena memang yang akan berbicara adalah para pakar yang berasal dari Belanda, Jerman, Jepang, serta
Malaysia dengan materi seputar bencana Banjir, Gempa,Longsor dan lainnya. "Kami berharap seminar kali ini tidak hanya untuk menandai dibentuknya sebuah pusat studi, tapi juga dapat dijadikan sebagai titik awal
untuk mengantisipasi akan terjadinya sebuah bencana," kata Kepala Pusat Pendidikan Berkelanjutan di LPPM ini.

Suharmadi juga menambahkan, ITS memiliki banyak ahli di bidang diteksi awal terhadap kemungkinan terjadinya bencana, terutama bencana tanah longsor. "Jika ini bisa diaplikasikan, maka diharapkan bencana-bencana longsor yang selama ini banyak menelan korban jiwa akan bisa segera diantisipasi," katanya. Selain itu, mengingat bencana yang akan ditangani oleh
Pusat Studi Bencana ini bukan hanya persoalan bencana alam, tapi juga menyangkut bencana teknologi, bencana industri, dan lainnya, maka ke depan ITS juga akan
mengembangkan berbagai bidang yang berkait dengan persoalan-persolan itu. "Kami akan terus mengembangkan terhadap berbagai hal yang berkait dengan gejala awal atau peringatan terhadap bencana yang akan terjadi," katanya.

Selain itu, katanya menambahkan, ITS bersama-sama dengan negara lain yang sudah memiliki pusat studi bencana akan menjalin hubungan kerja sama atau networking berkait dengan penelitian bersama dan cara-cara penanggulangan korban bencana. "Ini menjadi
penting, karena bencana di Indonesia selama ini muncul dari berbagai aspek, karena itu kami berkepentingan untuk membangun jejaring yang kelak bisa secara komperhensif menangani berbagai kemungkinan munculnya
bencana. Kami yakin pengalaman dari negara-negara itu cukup baik untuk diterapkan di Indonesia," katanya. Dijelaskan pula, seminar yang didukung penuh oleh
Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi di bawah Menko Kesra ini, akan dibuka oleh Menko Kesra Yusuf Kalla. "Pak Yusuf Kalla
juga akan menandai secara resmi dibentuknya pusat studi ini," katanya.

Selain seminar acara ini juga akan diisi dengan berbagai pameran tentang peralatan serta foto-foto dokumentasi tentang bencana. (Humas – ITS, 17 Maret 2004)

Berita Terkait