ITS News

Rabu, 29 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Studi Ekskursie Baluran 2002.

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Untuk menerapkan suatu ilmu pengetahuan dan teknologi memang membutuhkan suatu pembelajaran melalui studi eksekusi di lapangan sebagai penunjang. Supaya dalam prakteknya lebih terampil dan cakap.

Seperti halnya dengan mahasiswa Prodi Biologi melakukan studi ekskursie ke Taman Nasional Baluran, Banyuwangi sejak 28-31 Agustus 2002. "Hal ini dilakukan untuk menunjang beberapa mata kuliah di Prodi Biologi dan juga untuk lebih mengenal medan dalam melakukan penelitian langsung di lapangan," demikian ujar Aunurrochim pengajar Prodi Biologi saat memberikan breefing sebelum berangkat.

Di samping itu pula Studi Ekskursie(SE) ke Baluran yang diikuti oleh 42 mahasiswa Prodi Biologi dan didampingi oleh 4 orang assisten dan seorang Laboran. Dari lapangan dapat diperoleh data dari ekosistem hutan pantai, ekostem savana, dan ekosistem pantai yang berasal dari sampel-sampel yang sudah diambil dan dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Biologi.

Ternyata dalam menganalisa data mentah dari ekosistem hutan pantai membutuhkan perhitungan yang rumit. "Perlu perhitungan keanekaragaman pohon Manting (Syzymus polygamus) yang cukup rumit juga sebab alam di Baluran masih sangat alami dan kerapatan yang relatif sama di seluruh hutan pantai," ujar Fendi salah seorang Laboran.

Namun, ada juga kendala yang dialami untuk meneliti ekosistem pantai. "Hanya berenang dengan seperangkat snorcling saja tidak cukup, dibutuhkan juga nyali yang kuat untuk melewati palung dalam mengidentifikasi terumbu karang," ujar Munir. "Akan tetapi, itu bukan suatu kendala yang berat sebab banyak ditemukan organisme laut dan biota laut lainnya di kawasan Baluran tersebut," ungkap Niken salah satu assisten.(mut/sa)

Berita Terkait