ITS News

Sabtu, 18 Mei 2024
15 Maret 2005, 12:03

Soal Pasar Induk Keputran Baru, Tim Amdal ITS Lakukan Sosialisasi Ulang

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Ini dilakukan, kata Ir Ya’umar MT, Ketua Tim Amdal PIKB, Rabu (15/12) siang, menyusul masukan warga yang disampaikan pada saat sidang kerangka acuan penyusunan Amdal di Rumah Makan Taman Sari, Selasa (14/12) yang diwarnai dengan aksi demo warga Kebraon. "Sebenarnya apa yang disampaikan pada sidang kerangka acuan Amdal itu bukanlah sesuatu yang sifatnya final, melainkan acuan apa yang akan dilakukan oleh tim ITS untuk pembuatan Amdal. Tapi warga sepertinya sudah apriori mendengarkan penjelasan tim, sehingga yang muncul adalah aksi demo," kata dosen Jurusan Teknik Fisika ITS ini.

Dikatakannya, tim Amdal ITS memahami ketidakmengertian warga soal ini, karena itu berdasarkan masukan yang kami terima pada saat pertemuan itu, kami akan melakukan sosialisasi ulang. "Sebenarnya kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat baik datang langsung ke kantor kelurahan pada 4 Oktober 2004 dan juga memasang iklan di dua surat kabar pada tanggal 3, 4, 5, dan 6 Oktober 2004. Pada iklan tersebut disebutkan kalau tim membuka diri untuk menerima masukan dan saran berkait dengan rencana penyusunan Amdal PIKB. Tapi nyatanya tidak ada masukan sama sekali," katanya.

Bagi tim Amdal ITS, katanya menjelaskan, tidak ada persoalan kalau memang harus dilakukan sosialisasi ulang, karena memang penyusunan Amdal memang wajib melibatkan masyarakat. Artinya, jika ada masyarakat yang belum paham dan mengetahui adanya sosialisasi, itu akan dilakukan. "Apalagi sifat Amdal itu sendiri sebenarnya terbuka untuk siapa saja. Hasilnya pun demikian, karena itu tidak ada yang harus ditutup-tutupi atau dimanipulasi, sehingga kalau ada tuduhan ITS telah menerima titipan atau pesanan di dalam penyusunan Amdal itu tidak benar," katanya.

Alasannya, kata Ya’umar yang juga menjadi anggota dalam tim Amdal Pembuatan Lapangan Terbang di Banyuwangi ini, karena pada hasil Amdal sesungguhnya tidak ada rekomendasi tentang suatu proyek diteruskan atau tidak, yang nampak adalah hasil pemantauan tim terhadap fakta yang ada di lapangan termasuk masyarakat dan kemungkinan apa yang terjadi serta bagaimana cara mengatasinya atau menanggulangi terhadap masalah yang mungkin timbul. "Ini yang belum banyak dipahami masyarakat, sehingga menuduh seolah-olah ITS telah menerima pesanan atau titipan. Sekali lagi kami nyatakan itu keliru besar," katanya.

Ya’umar menjelaskan, berkait dengan sosialisasi awal itu, timnya selain akan bertemu kembali dengan masyarakat juga akan menyebar kuesioner serta memotret kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan di lapangan. Diungkapkan pula, berkait dengan rencana pembangunan PIKB itu ITS selain akan mengerjakan Amdal, juga telah melakukan studi tentang transportasi di kawasan tersebut dan studi banjir. "Dua studi awal itu akan kami jadikan sebagai bahan masukan di dalam penyusunan Amdal ini," katanya.

Ditanya tentang kenapa proyek PIKB sudah dilakukan pembangunan awal sementara Amdal yang dilakukan oleh tim ITS belum selesai, Ya’umar tidak bisa menjawab. "Itu bukan wewenang saya untuk menjawab. Seharusnya sebelum Amdal selesai dikerjakan tidak diizinkan untuk melakukan kegiatan proyek apa pun, karena izin untuk proses pengerjaannya pun seharusnya belum keluar," katanya. (Humas/bch)

Berita Terkait