ITS News

Rabu, 30 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

SMP Raih Dua Juara di LCEN 2003

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Suasana haru menyelimuti tim dari SMP Kristen Petra Surabaya.Tim yang terdiri dari Satria Arief Budi dan Yuyen Purnomo ini berhasil meraih juara pertama dan kedua untuk kategori elektroteknik dasar. Padahal saingan mereka dalam Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2003 ini kebanyakan pelajar dari SMK.

"Saya sangat kaget, tidak menyangka kalau tim kami bisa meraih juara pertama dan kedua dalam kompetisi ini. Soalnya kami tidak tidak pernah menduga sebelumnya,"terangnya dengan wajah penuh kegembiraan.

Perasaan serupa juga ditunjukkan oleh guru pendampingnya, Gunawan, beliau menilai kalau apa yang telah dicapai oleh muridnya sebagai hasil terbaik bagi sekolahnya. "Kami menekankan kepada mereka untuk tampil untuk menjadi pemenang melainkan bagaimana mereka bisa menjadi yang terbaik,"tuturnya setelah selesai kegiatan LCEN kemarin jum’at (16/5).

Perlu diketahui, karya kedua siswa ini adalah Pemanfaatan Mikrokontroler Sebagai Media Komunikasi Tuna Wicara (8,9) dan Pembelajaran Jaringan Makanan sebagai Media Bermain (8,19).Dan juara ketiga diraih oleh tim SMK Krian 2, karyanya Sistem Saklar Bergantian Otomatis untuk efektifitas Penggunan Daya Listrik (7,18).Mereka masing-masing memperoleh hadiah sebesar 3 juta, 2 juta dan 1 juta rupiah. Dan itu masih ditambah dengan sebuah televisi serta hadiah dari sponsor lainnya.

Lantas, apakah karya-karya tersebut akan dipatenkan?"Kami tidak melakukan hal itu, biarlah karya mereka dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,"jelas guru elektro ini. Meski sebelumnya Menristek mengharapkan agar karya-karya dari peserta LCEN untuk di patenkan.

Sementara itu, tim ITS hanya bisa meraih juara ketiga untuk bidang biomedika. Ronny Mardiyanto dengan karyanya Alat Pengukur Derajat Ketulian untuk Diagnosa Pasien THT. Menurut mahasiswa Teknik Elektro ini, karyanya hanya dibuat dalam waktu sekitar 3 hari saja. "Ide ini berasal dari keluarga saya, yang kebetulan ada yang menderita tuli. Makanya waktu tiga hari itu sebenarnya sudah terlalu lama untuk membuat alat sederhana seperti ini,"terang mahasiswa angkatan 99 ini

Dalam Lomba ini, Ronny juga mengharapkan agar mahasiswa ITS yang lain kalau dapat turut berpartisipasi untuk kegiatan serupa nantinya."Kalau mereka memiliki bakat jangan hanya disembunyikan saja kalau bisa ditunjukkan,"ujar mahasiswa yang berasal dari Sragen ini. Untuk LCEN ini sendiri jumlah karya mahasiswa ITS yang masuk babak penjurian akhir sekitar 7 karya dari bidang telemetika dan teknik biomedika.

Secara keseluruhan juara pertama dalam LCEN untuk bidang teknik Telematik adalah tim dari Untag Surabaya,juara kedua dari Universitas Mataram, dan juara ketiga dari Unibraw Malang. Sedangkan untuk juara pertama dan kedua bidang teknik biomedika diraih oleh tim STT Telkom dan tim Poltek Negeri Malang. Pada bidang telematika dan teknik biomedika ini, masing-masing pemenangnya mendapatkan uang sebesar 5 juta rupiah ,4juta rupiah ,dan 3 juta rupiah.

Meski karya yang ditampilkan dalam LCEN 2003 ini cukup banyak dan kreatif , M Tauhid Rasyid, juri bidang teknik biomedika dari LCEN 2003 ini, menyatakan kalau karya yang masuk untuk teknik bidang biomedika masih relatif sedikit. "Padahal jangkauan untuk bidang ini jauh lebih luas. Tetapi juri hanya menerima sekitar 11 karya saja".tegasnya ketika membacakan pemenang untuk bidang teknik biomedika

Sedangkan untuk lomba ini sendiri , sebenarnya telah berlangsung mulai bulan November tahun lalu. Dan jumlah peserta yang telah mendaftar sekitar 66 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta tersebut telah menjalani berbagai penyeleksian. Hingga akhirnya pada tanggal 13 sampai 15 Mei mereka mempresentasikan karyanya."Untuk lomba ini sudah sejak bulan November lalu. Dan kini untuk penjurian akhir. Sedangkan sebagai acara pendukungnya kami juga mengadakan pameran elektroteknik,"kata ketua panitia,Donny Meirantika.(rom)

Berita Terkait