ITS News

Senin, 04 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Six Thinking Hat dan Six Action Shoes

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Selasa 7 Mei 2002. Sekitar pukul satu siang ruang seminar lantai 2 perpustakaan sudah mulai dipenuhi mahasiswa yang ingin mengikuti seminar. "Achieving Capabilities and Motivation Six Thinking Hat and Six Action Shoes" merupakan garapan mahasiswa Teknik Informatika dengan menghadirkan pembicara Kresnayana Yahya dan dihadiri oleh Kajur T. Informatika Agus Zainal Arifin, S.Kom, M.Kom.

Tema yang diungkapkan disini yaitu mencoba untuk mengetahui tipe-tipe cara berpikir dan cara bertindak seseorang. Sebagai seorang mahasiswa tentunya sangat berguna sekali untuk menjalani kehidupan kampus mereka. Sepertinya seminar kali ini sangat diminati oleh banyak mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya peserta yang memenuhi ruang seminar yang disediakan, mungkin mencapai sekitar 100 peserta lebih. Bahkan peserta tidak hanya berasal dari ITS, dari Unair pun ada.

Dari uraian yang diungkapkan pembicara, kebanyakan masyarakat Indonesia tidak mempunyai sifat kreatif sesungguhnya. "Mungkin apabila saat ini kalian diharuskan untuk menggambar pemandangan, tentu sebagian besar akan menggambar pegunungan dengan jalan dan sawahnya," begitu yang diungkapkan Kresnayana yang kemudian disusul dengan tawa seisi ruangan.

Thinking merupakan proses mental dari sekumpulan data. Inlelegence merupakan timbulnya berpikir apabila ada gangguan. Sedangkan education merupakan gabungan dari intellegence dan thinking. Six thinking hat terdiri dari topi dalam 6 warna yang berbeda yaitu putih (white), kuning (yellow), hitam (black), merah (red), hijau (green), dan biru (blue). Keenam topi tersebut dapat dipakai bersama-sama atau dipakai sendirr-sendiri sesuai dengan keadaan. Sedangkan six action shoes terdiri dari Sepatu resmi angkatan laut dengan kebiasaan dan prosedur resmi; sepatu santai abu-abu dengan eksploirasi, penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti; sepatu coklat bersol tebal deng hal-hal praktis dan pragmatisnya; sepatu bot karet jingga dengan mengutamakan bahaya, keadaan darurat dan kenyamanan; sandal merah jambu dengan rasa sayag dan perhatian terhadap perasaan dan kepekaan manusia; dan yang terkhair sepatu bot berkuda ungu dengan memerankan peranan yang diberikan menurut posisi atau kebiasaan, bukan berdasarkan kemauan sendiri.

Karena penyaluran topik yang santai diiringi dengan berbagai contoh nyata dan juga disertai pemakaian 6 topi yang berbeda warna membuat peserta lebih rileks untuk dapat menyerap materi yang diberikan. Tampak juga Kajur Informatika yang hadir saat itu berdiskusi dengan pembicara membicarakan tentang studi mahasiswa T. Informatika.

Seminar kemudian ditutup dengan pembagian door prize dan pemberian plakat dari Kajur T. Informatika kepada pembicara Kresnayana Yahya. (ann/li)

Berita Terkait