ITS News

Sabtu, 04 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

SISTEM '02 : Pengkaderan Ala Teknik Industri

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sebagaimana jurusan lainnya, pengkaderan di TI tetap berlangsung. Walau minggu lalu rektor membuat surat edaran yang berisi pelarangan segala bentuk penyambutan maba, kegiatan tersebut tetaplah berlangsung. Dengan mengusung nama SISTEM ’02 kegiatan ini dijadwalkan enam pertemuan selama sebulan. Apa saja sih isinya ?

"Komplitlah. Mulai dari pengenalan diri sampai pengetahuan organisasi," tukas Lukman Hakim, Koordinator SC Sistem ’02. Menurutnya, pengkaderan tidaklah perlu disikapi negatif. "Orang kan selalu lihat dari sisi negatif, tanpa berpikir sisi positifnya yang lebih banyak," tambah Lukman.

Selama pemantauan dua hari, sabtu dan minggu kemarin, memang terlihat Sistem berjalan mulus. Acara di buka jam tujuh pagi dengan mengadakan pemeriksaan perlengkapan. Mulai dari celana, rambut, keplek, hingga kaus kaki diperiksa. Kala itu pressing kerap terjadi. Sebagaimana biasanya, pasti saja ada maba yang melanggar dan mendapat hukuman.

Ada yang jeansnya warnanya tidak cocok atau pun kepleknya salah buat. "Kami hanya memastikan mereka mematuhi kesepakatan yang disetujui sebelumnya, " jelas Hegi Harjoyo, Koordinator Instruktur. "Dengan begitu mereka jadi seragam. Kalau seragam kekompakan bakal terjalin, " katanya menambahkan.

Acara selanjutnya pembekalan materi. Materi pertama yaitu telaah tema. Maba diharapkan mampu mengkritisi tema sistem. Dilanjutkan dengan materi hakikat manusia. dipandu oleh Tikno (mantan direktur WE&T), maba diajarkan hakikat manusia. baik sebagai makhluk sosial maupun makhluk individu. "Manusia memiliki kekuatan yang juga menjadikan dirinya itu lemah, " terang Tikno.

Dibandingkan jurusan lainnya TI terkesan ‘banci’ dalam melakukan pengkaderan. Selain intervensi yang kuat dari pihak jurusan, HMTI juga dirasa lemah dalam penggalangan massa oleh warga. "Saya kecewa dengan metode yang mereka pakai," jelas Sandy, mahasiswa senior. Walaupun begitu pihak HMTI tetap bersikeras dengan metodenya. "Pihak jurusan terlalu ketat. Mungkin karena banyak anaknya yang jadi maba di sini. Jadinya kami nggak bisa berbuat banyak, " kilah Iswanto, ketua HMTI. (ryo)

Berita Terkait