ITS News

Jumat, 09 Desember 2022
15 Maret 2005, 12:03

Sengsara Membawa nikmat

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Piala Dunia 2002 yang sudah berlangsung dengan beberapa pertandingan dengan hasil yang benar-benar mengejutkan.Hal ini menjadi suka duka tersendiri bagi mahasiswa ITS. Bayangkan, hadirnya event pecinta bola terbesar tersebut bertepatan dengan hadirnya event terbesar dalam satu semester, yakni Ujian Akhir Semester , atau mahasiswa biasa menyebutnya dengan singkatan UAS.

"Jangan sampai jadwal UAS mengganggu jadwal pertandingan sepak bola," celetuk Ones, salah satu mahasiswa Teknik Perkapalan yang benar-benar gila bola. Tak heran jika ia rela memundurkan jadwal belajarnya untuk nonton pertandingan sepak bola. "Untung saja Piala Dunia 2002 ini diselenggarakan di Asia (Jepang dan Korea, red), jadi jadwal pertandingannya tidak terlalu malam, sehingga tidak mengharuskan saya untuk begadang. Ada juga beberapa pertandingan yang memang disiarkan malam hari, tapi tetap saya tonton jika memang tim yang bertanding bagus," jelasnya.

Ones menjagokan tim Italia untuk menjadi sebagai juara dunia kali ini, tapi bagaimana reaksinya ketika tim jagoannya mengalami kekalahan melawan Kroasia dengan skor 1-2? "Saya memang menjagokan Italia sebagai juara dunia pekan ini, tapi kemarin Itali kalah benar-benar membuat saya kecewa. Untungnya kekecewaan saya tidak berlarut-larut yang bisa membuat UAS saya hancur. Bagi saya, walaupun saya gila bola, kekalahan tim kesayangan tidak begitu berpengaruh, yang paling berpengaruh adalah jika saya ada masalah dengan cewek saya."

Berbeda dengan Bangkit, teman satu kampusnya yang menjagokan Argentina yang bakal menggondol Piala Dunia 2002. Namun sayang sekali, Argentina kemarin harus tunduk melawan Inggris dengan 0-1. "Argentina bisa saya pastikan menang dalam Piala Dunia kali ini. Kemarin saya stress juga dibuatnya, dengan kekalahannya 0-1 melawan Inggris. Saat itu saya menonton pertandingan tersebut di rumah teman, setelah kebobolan satu gol langsung saya lemas, karena memang kebetulan saya belum makan siang. Mengetahui hal itu, selesai pertandingan, teman saya mentraktir saya makan di Warung Pojok. Ya, lumayan sengsara membawa nikmat."

Ternyata Piala Dunia memang membawa perubahan besar bagi mahasiswa dan lingkungan di ITS. Selain Ones dan Bangkit, ada lagi Darmadji, mahasiswa Teknik Mesin yang harus menyesuaikan pengerjaan Tugas Akhir (TA)-nya dengan jadwal pertandingan sepak bola. "Ya, mau gimana lagi. Kalau percobaannya dilakukan sewaktu pertandingan, pasti tidak ada yang konsentrasi, dan maunya ditinggal melulu. Jadi lebih baik diundur sampai pertandingan selesai saja." Disamping itu, ia juga harus sering ke kampus untuk menonton pertandingan, karena kebetulan di tempat kostnya tidak ada TV. "Kebiasaan baru saya adalah ke kampus selepas Maghrib. Karena di jam-jam itu pertandingan seru bakal dimainkan. Sedangkan di tempat kost tidak ada TV, jadi ya terpaksa."

Selain mahasiswa, pemilik warung juga merasakan imbasnya. Bisa diamati, jika pada jam-jam pertandingan ditayangkan, banyak warung yang sepi pengunjung. Kalaupun banyak pengunjung, itu adalah warung yang memang menyediakan TV untuk menonton sepak bola bareng. Dan bisa dipastikan, pengunjung datang hanya untuk menonton pertandingan sepak bola saja. (u-d/rom)

Berita Terkait