ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Semangat 'CUK Radio' Menjelang Kelahiran

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menyambut mahasiswa baru, Lembaga Minat Bakat (LMB) mempunyai gawe Unjuk Gelar Prestasi (UGP). Salah satu tujuannya tentu memperkenalkan dan menunjukkan eksistensi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di ITS. Banyak sekali UKM yang ada di ITS. Dan banyak pula diantaranya yang muncul dan tenggelam seiring dengan berjalannya waktu. Namun, UGP kali ini mempunyai keistimewaan. Karena sore ini (8/9), tepat pada pembukaan UGP akan bertambah satu UKM di ITS. LMB akan diramaikan dengan adanya Radio ITS.

Munculnya Radio ITS ini bermula dari ide Budiono mengumpulkan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan di dunia broadcasting. Awalnya Dion -begitu sapaan akrabnya- membuat mailing list di itsradio@yahoogroups.com dan menyebarkan pengumuman keberadaannya ke seluruh jurusan di ITS. Selayaknya gayung bersambut, banyak pula mahasiswa yang berminat dan bergabung dalam mailing list tersebut. Setelah sekian lama berhubungan dan berdiskusi lewat mailing list, mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan. "Kami merasa hubungan lewat mailing list sangat terbatas, dan dikhawatirkan akan membuat bosan dan menurunkan semangat teman-teman, maka kami memutuskan untuk mengadakan pertemuan, ITS Broadcaster Meeting namanya," jelas Dion.

Maka, jadilah hari Sabtu sebagai pertemuan rutin mereka. Segala pokok permasalahan mereka bahas dan coba atasi bersama. Hingga muncullah gagasan untuk menunjukkan eksistensi kepada mahasiswa yang lain. "Awalnya sih bukan kepada radio kampus melainkan radio komersil, akan tetapi setelah disurvey ternyata untuk mendapatkan ijin radio komersil sangat susah. Makanya kami memusatkan pada radio kampus, yang belum banyak terjamah di Surabaya," papar Dion.

Selanjutnya, Dion mencoba menembus rektorat dengan berbekal proposal dan komunitas yang ia miliki. Ternyata, sambutan dari pihak rektorat juga sangat bagus. "Pada dasarnya pihak rektorat sudah menyetujui adanya radio kampus. Mereka sudah berharap sejak lama akan radio kampus, namun belum ada yang mempunyai program yang matang," tambah Dion. Akan tetapi ada beberapa proses yang dilalui sebelum resmi menjadi Radio ITS. "Waktu itu saya mengajukan ke pak Martoyo (PR III dulu, red) dan beliau menyetujui. Namun, sebelumnya kami harus mendapat pengakuan dari LMB dahulu sebelum akhirnya menjadi UKM," katanya.

Seakan tidak ingin mengecewakan teman-temannya di ITS Broadcaster Meeting, Dion mencoba merangkul teman-teman di LMB. Belum sampai jauh merangkulnya, datang tawaran mengikuti Konggres Nasional I Radio Kampus. Kemudian ia mencoba menawarkan kepada Perguruan Tinggi yang lain di Surabaya. Namun sayang sekali, tidak ada yang menyambutnya dengan hangat. Maka, seorang diri perwakilan dari Surabaya, ia berangkat ke Bandung guna menghadiri konggres.

Persatuan Radio Kampus Indonesia (PRKI) merupakan salah satu salah satu hasil yang ditelurkan konggres tersebut. Dengan hasil tersebut, semakin memantapkan ITS Broadcaster Meeting melangkah lebih lanjut dan memperjuangkan hak-haknya sebagai Radio Kampus. Segala bentuk lobby dan pendekatan terhadap LMB, sebagai langkah awal telah dilakukan Dion. Beruntung, pada bulan Juli diselenggarakan Musyawarah Tahunan (Musta) LMB.

Dalam pertemuan tersebut, Dion beserta ITS Broadcaster Meeting mendapatkan pengakuan sebagai Radio ITS. Dengan syarat diberikan waktu dua kali tiga bulan untuk masa percobaan. Jika pada bulan pertama ternyata tidak ada kegiatan yang dilakukan Radio Kampus, maka pada tiga bulan selanjutnya akan dilakukan pendampingan dari LMB. Atau jika memang pada tiga bulan pertama memang anggota Radio ITS aktif mengadakan kegiatan. Maka tiga bulan selanjutnya untuk masa percobaan mereka jalani tanpa dampingan.

Sejak mengantongi pengakuan dari bulan Juli, semakin membuat anggota sibuk mempersiapkan segalanya. Akan tetapi karena statusnya masih dalam masa percobaan maka segala pendanaan dilakukan revolusioner. Artinya, anggota sendiri yang menanggungnya. Begitu juga dengan seperangkat alat siaran yang sekarang sudah tersedia di sekretariat. "Semuanya adalah sumbangan dari teman-teman sendiri. Siapa yang punya, silahkan bawa," tegas Dion.

Pada pembukaan UGP hari Senin (8/9), Radio ITS akan melakukan softlaunching. Dengan diberi nama CUK Radio, Dion dan kawan-kawan berharap nantinya bisa benar-benar menjadi UKM dan siaran on-air. Nama CUK sendiri diambil dari singkatan Calon Unit Kegiatan Mahasiswa. Dan memang nama tersebut sangat familiar di kuping mahasiswa ITS. Dan semoga saja, sesuai dengan namanya yang familiar, CUK Radio bisa menjadi rekanan dan sahabat bagi mahasiswa ITS. (IwY/bch)

Berita Terkait