ITS News

Kamis, 30 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Schlumberger Short Course di ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

;Dalam menentukan adanya suatu mineral dalam bumi diperlukan adanya suatu analisa terlebih dahulu. Proses ini pada prinsipnya hanya dengan memanfaatkan gelombang P dan gelombang S. Dimana gelombang P mampu menembus apa saja yang ada di bawah permukaan. Sedangkan pada gelombang S hanya dapat menembus sesuatu yang bersifat padat. Dari kedua gelombang inilah, kemudian dilakukan proses yang lebih detail. Selanjutnya dilakukan analisa lebih lanjut. Dan pada tahap ini biasa dibutuhkan biaya yang cukup banyak, sekitar 100 ribu dollar. Padahal itu belum tentu akan mengahasilkan minyak.

Permasalahan ini dibahas didalam Short Course dengan tema "Applied Geophysics dan Well Logging". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 12 Oktober sampai 13 Oktober. Dan pembicaranya Paul J. Kristianto, off shore seismic acquisition Schlumberger dan Herdianto, manager learning center Schlumberger. Pembicara pertama merupakan salah satu alumni ITS Jurusan Fisika angkatan 1988. Dan bekerja pada Schlumbreger sudah hampir 6 tahun.

Kegiatan ini diadakan oleh mahasiswa Fisika ITS, bidang keahlian Geofisika. Menurut ketua panitia, Iman Faturakhman, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dari mahasiswa bidang keahlian geofisika. "Untuk menambah pengetahuan dari mahasiswa Geofisika," ungkapnya.

Dan Short course ini diikuti tidak hanya dari mahasiswa ITS saja. Melainkan dari luar ITS ternyata cukup banyak. Mereka berasal dari Trisakti Jakarta, Unibraw Malang, dan UPN Yogyakarta. Sedangkan jumlah keseluruhan peserta dibatasi hanya 40 mahasiswa. Dan mereka tidak hanya mahasiswa S-1 tetapi juga mahasiswa S-2. "Memang short course ini tidak terbatas bagi mahasiswa ITS saja, atau mahasiswa S-1 saja," jelas mahasiswa Fisika angkatan 1998 ini.(rom/bch)

Berita Terkait