ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Rima dan Pikti ITS Kenalkan Kartu Pintar untuk SPMB

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

ADA saja cara mahasiswa ITS untuk memasyarakatkan teknologi informasi (TI) agar lebih akrab dan dikenal penggunanya. Kali ini bersama dosennya, mahasiswa program pendidikan informatika dan komputer terapan (Pikti) mengenalkan Kartu Pintar kepada para peserta SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) di Jawa Timur.

Peluncuran perdana Kartu Pintar ini dilakukan Jumat (25/6) siang di pusat pendaftaran SPMB Surabaya, di Graha ITS. "Kami ingin mengajak para mahasiswa melihat sebuah peluang bisnis dan mengajarkan kepada mereka bagaimana memulai usaha di bidang teknologi informasi," kata Fajar Baskoro yang juga Direktur RIMA (Research Institute for web and Mobile Application).

Dijelaskan Fajar yang juga Dosen Pikti ITS, melalui kepemilikan Kartu Pintar edisi Khusus SPMB 2004 ini, para peserta akan dengan mudah mengetahui berbagai hal yang berkait dengan SPMB, misalnya mengetahui kunci jawaban soal, berapa nilai yang diperoleh, mengetahu hasil pengumuman, juga program studi lain di luar SPMB sebagai alternatif pilihan jika memang dalam SPMB calon mahasiswa itu gagal.

Tentang kerjasamanya dengan Pikti, Program Pendidikan Satu Tahun Operator dan Programer Komputer, Ahmad Hoirul Basori, mahasiswa angkatan tahun 2000, yang terlibat didalam penyiapan Kartu Pintar itu menjelaskan, berkait dengan keinginan lembaga itu untuk memanfaatkan Kartu Pintar sebagai sarana promosi.

"Mereka yang memiliki Kartu Pintar akan mendapatkan potongan biaya pendaftaran hingga 20 persen. Melalui kartu ini kami memang sedang menjajaki berbagai bentuk kerja sama dengan siapa pun yang berminat. Karena itu pada tampilan Kartu Pintar ini kami juga mengajak beberapa lembaga untuk memanfaatkan ruang kosong untuk beriklan. Untuk 15.000 kartu pertama yang kami cetak PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dan Papsi (Pendidikan Ahli Pemrograman Sistem Informasi) ITS," katanya. Menurut Basori, pada tahap pertama ia mencetak sebanyak 15.000 kartu yang akan disebarkan di Surabaya, Malang, dan Jember. "Karena sifatnya masih pengenalan maka kami hanya mematok target 10 persen dari jumlah peserta SPMB di Jatim yang berminat untuk memiliki kartu ini," katanya.

Itu, kata Basori menambahkan, merupakan target pesimistis yang bisa segera dicapai. Sementara target optimistisnya bisa mencapai lebih dari 50 persen dari peserta SPMB. Kenapa? "Karena pemilik Kartu Pintar ini tidak harus memiliki handpohne. Mereka yang tidak memiliki handphone misalnya, tapi memiliki kartu, bisa menggunakan handphone teman atau bahkan telepon rumah yang sudah memiliki fasilitas SMS," jelas Basori.

Kerja Sama Lain
Dijelaskanya, pihaknya juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi swasta didalam memberikan informasi mengenai pendaftaran di kampusnya. "Jika kerja sama ini berhasil maka informasinya akan kami berikan secara gratis kepada pemilik kartu," katanya. Dikatakannya, biaya untuk mengakses berbagai layanan yang disediakan Kartu Pintar ini relatif murah. Untuk sekali mendapatkan layanan pemilik hanya mengeluarkan biaya Rp 750 yang akan didebet dari sisa dana yang ada saat pembelian kartu itu. "Kami menjualnya hanya Rp 5.000, dengan rincian Rp 2.000 untuk mendapatkan kode akses dan sisanya Rp 3.000 untuk digunakan mendapatkan layanan yang diinginkan dan jika dana pada kartu sudah habis, pemilik bisa melakukan pengisian ulang," katanya.

Tentang keterlibat didalam penyiapan Kartu Pintar, Basori mengatakan, ia dan teman-temannya merasa tertantang untuk mewujudkan program ini. "Kami tidak melihat berapa keuntungan yang akan didapat, tetapi lebih pada bagaimana belajar mencari peluang bisnis dari ilmu yang telah kami miliki. Ternyata menarik untuk diseriusi," katanya. (Humas–ITS, 25 Juni 2004)

Berita Terkait