ITS News

Minggu, 25 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Rektor UTM: "Pendirian UTM adalah berkah dan Anugerah&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Hal ini diungkapkan Prof.Dr.M. Iksan Semaun, MSc. selaku Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam acara penandatanganan kerjasama antara ITS dengan UTM, Rabu (7/11) di Ruang Senat Institut ITS.

Bagaimana bukan anugerah, bila sehari setelah Gus dur meresmikan UTM, beliau digantikan secara dramatis oleh Megawati. Padahal pada saat itu sudah ada Mendiknas dan Menhan, tetapi beliau harus pulang ke Jakarta karena situasi yang genting di Istana. "Terpaksa peresmiannya dihadiri oleh Mensesneg dan Dirjen Dikti saja," tambah Prof. Iksan.

Seperti diketahui, Madura mempunyai satu Universitas Negeri berdasarkan Keppres no. 85 tahun 2001 tanggal 5 Juli 2001. Universitas yang diberi nama Universitas Trunojoyo Madura itu dulunya bernama Universitas Bangkalan. UTM yang sekarang mempunyai mahasiswa berjumlah 1233 orang membuka tiga program studi, yakni: Kelautan, Agribisnis dan Teknologi Pangan serta satu Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Informatika, dan Teknik Industri selain tiga fakultas yang sudah ada, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum dan Fak. Ekonomi. Prof. Iksan berharap kerjasama dengan ITS ini mampu menjadi titik awal pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan yang sama, H.M. Noor sesepuh Jatim dan Madura mengharapkan bahwa kerjasama antara ITS – UTM mampu mempercepat realisasi pembangunan jembatan Surabaya-Madura. "Asalkan warga Madura diikutsertakan dalam pembangunan tersebut, dan jangan dijadikan penonton saja," tegas mantan Gubernur Jatim ini. Mengenai ekses-ekses negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan jembatan tersebut, H.M. Noor memberi solusi untuk membuat lokalisasi industri. Dimana tiap-tiap pabrik harus ada pondok karya tempat karyawan belajar dan mengaji serta harus ada mushollanya sehingga karyawan bisa melaksanakan ibadah dengan tenang.(rif/bch)

Berita Terkait