ITS News

Minggu, 07 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Rektor ITS: Purna Tugas Merupakan Bagian dari Sunatullah

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Demikian dikatakan Rektor ITS, Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA yang saat itu berhalangan hadir dan diwakilkan Pembantu Rektor II Ir Syarief Wijaya PhD, dalam sambutannya melepas dosen senior Jurusan Teknik Sipil ITS sekaligus pakar Transportasi Prof Ir Pinardi Koestalam MSc, memasuki masa pensiun (24/11). Keberakhiran suatu karir adakalanya untuk memenuhi ketentuan manusiawi, tetapi juga adakalanya untuk memenuhi ketetapan Ilahi (meninggal dunia).

"Untuk itu, kita semua harus bersyukur dan bahagia memiliki sahabat dan teman yang ketetapan ilahinya lebih akhir dibanding ketetapan manusiawinya. Dan tentu, lebih-lebih kalau bisa memenuhi selama berkarir dengan prestasi yang membahagiakan, dan mengakhirinya dengan prestasi yang membahagiakan pula" ucap Rektor yang saat itu berhalangan karena menghadiri undangan di Jakarta.

Atas nama ITS, Rektor mengucapkan banyak terimakasih kepada Prof Ir Pinardi Koestalam MSc atas pengabdiannya selama kurang lebih 37 tahun di ITS. Telah banyak yang dilakukan Pak Pin (Panggilan akrab Prof Ir Pinardi Koestalam MSc) di kampus ini, selain mendermabaktikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya sebagai tenaga pengajar, Pak Pin juga telah memberikan sentuhan dalam bidang manajemen dan keorganisasian ITS. "Atas nama ITS saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, teriring doa semoga sentuhan-sentuhan tersebut termasuk bagian dari ilmu dan bagian dari amal kebajikan, sehingga bersifat kalanggengan," katanya.

Memang benar, selama pengabdiannya Pak Pin telah banyak melakukan banyak sentuhan di ITS. Alumnus ITS lulusan 1966 ini memulai karirnya sebagai dosen tetap FTSP pada 1 Januari 1967. Ia juga pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I FTSP selama dua periode, pada 1984-1990. Jabatan ketua IKA juga pernah diembannya pada tahun 1976. Selain itu kiprahnya dalam bidang pakarnya, transportasi, juga tidak bisa dianggap remeh. Pak Pin aktif dalam organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), disamping itu banyak seminar dan penelitian yang pernah dilakukannya. (asa/bch)

Berita Terkait