ITS News

Jumat, 01 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

REFORMASI TANPA ARAH, SIAP UNTUK REVOLUSI

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Demo yang berlangsung di Bundaran ITS dimulai pukul 09.00, diisi dengan orasi dan adegan teatrikal serta membeber beberapa poster yang sebagian besar isinya mempertanyakan nasib dan kelanjutan reformasi. Poster-poster itu diantaranya Pertahankan Integeritas Bangsa, Pencabutan Dwi Fungsi ??, Amendemen UUD 45??, Demorasi yang Rasional dan Egaliter??.

Ayok, koordinator lapangan demo, mengatakan bahwa aksi ini untuk mengingatkan kepada masyarakat dan mahasiswa ITS bahwa reformasi yang telah berjalan selama ini sedang mati suri. "Reformasi yang 4 tahun berjalan di Indonesia tidak menghasilkan apa-apa. Buktinya KKN tetap merajalela bahkan makin menjadi. Selain itu rakyat semakin tercekik dengan tekanan ekonomi akibat krisis yang tak kunjung selesai," papar mahasiswa Teknik Kimia ini dengan penuh semangat meskipun panas matahari terik menyengat.

Sementara itu, Nugroho, Presiden BEM yang ikut berorasi mengatakan belum ada hal kongkrit yang dicapai selama orde reformasi. "Reformasi sedang mati suri, kita tidak bisa membiarkan ini terlalu lama. Kita rapatkan barisan dan bersiap untuk revolusi," kata mahasiswa Teknik Elektro ini bersemangat. Ia menambahkan mandeknya reformasi bisa dilihat dari tidak dilaksanakannya 6 visi reformasi gerakan mahasiswa 1998. "Tegaknya supremasi hukum, amandemen UUD, pencabutan dwi fungsi TNI, otoda yang luas, budaya demokrasi, pengadilan Suharto dan kroninya, tidak ada yang terlaksana dengan baik. Yang terjadi malah sebaliknya," tambah Nugroho dengan semangat.

Selain berorasi dan menggelar berbagai poster, mereka juga meneriakkan yel-yel dengan lirik yang senada dengan tuntutannya. Demo yang berlangsung selama 3 jam ini diikuti sekitar 100 mahasiswa ITS dari berbagai elemen kemahasiswaan. Aksi yang berakhir pukul 11.30 sempat mendapat perhatian dari petugas Polsek Sukolilo.(har/sa/li)

Berita Terkait