ITS News

Sabtu, 11 Juli 2020
15 Maret 2005, 12:03

Program Alternatif ITS Dibuka

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Namun, hari pertama pendaftaran kemarin masih terlihat sepi. Dari 2.800 formulir yang disediakan panitia di Plaza dr Angka Kampus ITS, hingga siang kemarin baru sekitar 387 yang diambil.

Program-program alternatif ini menawarkan sekitar 1.750 kursi bagi mahasiswa baru, terbagi dalam 24 program studi di tujuh fakultas di ITS. Yaitu FMIPA, Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Informasi, Poltek Perkapalan, serta Poltek Elektronika.

Namun sesuai namanya, jalur alternatif ini lebih mahal. Biaya pendaftarannya Rp 125 ribu, belum SPP maupun dana pengembangan pendidikan. Bila SPP program reguler Rp 1,2 juta, maka SPP program alternatif ini sampai tiga kali lipatnya. Sedangkan dana pengembangan pendidikan berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 7 juta.

"Tapi, dengan biaya pendaftaran sebesar itu pendaftar bisa memilih tiga program studi lintas fakultas," terang Panitia Pendaftaran Dr Ir Priyo Suprobo MSC, kemarin. Kecuali Poltek Elektronika yang hanya boleh memilih di lingkungannya sendiri.

Persyaratan pendaftaran kata PD I FTSP ini cukup sederhana. Lulusan SMU, MA, SMK dan yang sederajat tinggal menyerahkan fotocopy ijazah/DANUN yang telah dilegalisir disertai pasfoto terbaru 4×6 tiga lembar.

"Dia juga harus menyertakan formulir pendaftaran yang telah diisi dan bukti biaya pendaftaran di BNI Kantor Kas Pembantu Kampus ITS nomor rekening 440056092," urai Priyo.

Selanjutnya ujian masuk digelar 13 Agustus 2002 di kampus ITS dengan materi Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris. Sedangkan pengumuman hasil seleksi diberikan pada 15 Agustus 2002.

Disinggung mengenai jumlah pendaftar yang masih sedikit, kata Priyo, itu biasa terjadi pada hari pertama dan kedua pendaftaran. "Seperti tahun lalu, pendaftaran baru ramai setelah pengumuman SPMB. Tahun ini kami perkirakan sama. Pendaftar baru meluber setelah pengumuman SPMB digelar 5 Agustus nanti," terang Priyo.

Andai setelah pengumuman SPMB dan pendaftar tetap tak sebanyak kursi yang disediakan, Priyo mengaku tak masalah. "Yang kita utamakan nilai. Biarpun kuotanya per program studi 50 mahasiswa, kalau setelah seleksi ternyata di bawah itu ya tidak apa-apa," tandasnya. (ani)

Berita Terkait