ITS News

Jumat, 30 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Prof. Bambang: "Pascasarjana Sebagai Tempat Memperkuat Potensial Bangsa&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dalam program Pascasarjana penelitian tidak hanya sebagai penemuan semata, tetapi mempunyai beban moril. Dalam artian bahwa moralitas itu berkaitan dengan penghayatan kepada pengetahuan, pengejawantahan suatu fenomena, kepada kecintaan terhadap penemuan dan nilai pembaharuan. Oleh karena itu, program Pascasarjana dapat dikatakan telah menerapkan dua misi akademik, mengajar dan riset.

Materi ini dipaparkan oleh Prof.Dr. Bambang Hidayat, Guru Besar ITB, dalam seminar "Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pendidikan Pascasarjana". Menurut beliau, untuk mencapai hal itu diperlukan pemilihan peserta dan pengajar program Pascasarjana yang lebih cermat. "Tidak hanya sebatas formalitas numerik atau gelar akademik belaka," Jelas dosen yang pernah kuliah S-3 di USA.

Disamping itu, keberdaan universitas sebagai simbol peradaban suatu masyarakat. Dan perkembangan ekonomi makro yang makin bersandar pada pengetahuan teknologi dan sains. Menempatkan program Pascasarjana berada digaris depan dalam penelitian. "Program Pascasarjana harus menjadi Frointer dalam perkembangan pengetahuan, kalau tidak akan merosot kedalam scholastisme yang steril" jelasnya.

Misalnya, pembangunan photonic crystal yang mengedepankan Pascasarjana dengan Industri. Karena Industri meminati assembly photonic crystal tanpa cacat, yang dapat menggabungkan penuntun cahaya dan swicth-light beams. "Inilah salah satu bentuk kepekaan menangkap rangsangan oleh Pascasarjana," terang pria yang pernah menjadi Vice Presiden Astronomy Union ini.

Terakhir, sebagai tambahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Pascasarjana, tidak terlepas dari upaya sebuah Universitas, membuat kebijakan umum penerimaan staf dan penghargaan, menyusun alokasi Dana Nasional, dan mengembangkan komitmen Universitas kepada pemilihan tema strategis. "Pascasarjana adalah satu tempat yang strategis untuk memperkuat potensial budaya bangsa," tegasnya.(rom/bch)

Berita Terkait