ITS News

Selasa, 07 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

PRIMA Teknik Perkapalan Ketiban Sial

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sungguh malang nasib Presentasi Ilmiah Mahasiswa (PRIMA) dari Teknik Perkapalan ini. Bagaimana tidak, setelah pergantian jadwal yang berulang kali dari pihak panitia, akhirnya PRIMA-nya tampil tidak maksimal.

Seharusnya PRIMA dari Teknik Perkapalan tersebut tampil tanggal 13/11/01 pukul 16.00 (jika dilihat dari jadwal yang ada). Kemudian dari pihak panitia memberitahukan kepada koordinator OC Teknik Perkapalan bahwa presentasinya diajukan menjadi pukul 15.15 karena alasan tertentu dari pihak panitia. "Seharusnya kami tampil hari Selasa, 13/11/01 pukul 16.00 kemarin. Tetapi siang hari panitia memberitahukan bahwa presentasi kami diajukan menjadi pukul 15.15 dengan alasan yang tidak jelas. Kami sebenarnya sudah komplain, tetapi apa boleh buat," jelas Yenni Kurniawati selaku koordinator OC jurusan Teknik Perkapalan.

"Kami sudah menuruti permintaan mereka (panitia PIMITS, red), tetapi kemudian mereka mengubah jadwal lagi, kami harus mempersiapkan PRIMA kami untuk bisa tampil pukul 14.45. Dan parahnya lagi setelah itu ada perubahan jadwal lagi dari mereka, PRIMA kami diundur sampai pukul 15.30. Mau mereka sebenarnya itu apa, jadwal diubah seenaknya," kata Yenni dengan nada marah.

Hal senada diungkapkan oleh Yanda Yudhian, yang juga mahasiswa Teknik Perkapalan."Saya sangat kecewa dengan kerja panitia. Maksud mereka apa merubah jadwal seenaknya ?" katanya bernada sinis. "Panitia ini jelas kurang sekali persiapnnya, kanapa tidak diperhitungkan jadwalnya dihari-hari sebelumnya. Kalau memang tidak ada juri, bagaimana mereka mengantisipasinya tidak dengan menelantarkan peserta PRIMA yang akan tampi. Benar-benar saya sangat kecewa dengan kinerjanya." tambahnya.

Dari pihak panitia setelah dikonfirmasi ternyata memberitahukan bahwa sebelumnya sesuai jadwal pukul 16.00 kemudian karena ada penutupan open house dan tidak bisanya tim juri untuk meluangkan waktunya di sore hari maka mereka terpaksa mengajukan jadwal yang ada. Tetapi ternyata acara penutupan open house berlangsung kacau sehingga membuat bingung panitia. Sehingga diambillah jalan, tiga PRIMA yang seharusnya tampil setelah prosesi penutupan open house ditunda hari Rabu, 14/11/01.

Ternyata kesialan PRIMA Teknik Perkapalan tidak berhenti sampai di sini saja. PRIMA yang ditampilkan setelah penampilan dari jurusan politeknik Perkapalan tersebut (masih) mengalami kesialan yang lain. Sebelumnya dari tim juri sudah memberitahukan bahwa mereka harus meninggalkan tempat sebelum pukul 17.00 karena akan ke luar kota. Padahal sewaktu Teknik Perkapalan akan tampil waktu sudah menunjukkan pukul 16.15. Sehingga panitia "menyunat" waktu presentasi untuk Teknik Perkapalan 10 menit, yang seharusnya 30 menit menjadi 20 menit dengan pertimbangan masih ada PRIMA lain yang belum presentasi.

Setelah Teknik Perkapalan maju untuk presentasi, ternyata komputer tidak bisa dinyalakan. Sebelumnya dari Poltek Kapal tidak menggunakan fasilitas komputer, tetapi slide yang memang mereka bawa sendiri maka komputer tersebut terpaksa dimatikan. Dan ketika PRIMA dari Teknik Perkapalan akan dipresentasikan, komputer tersebut tidak bisa dioperasikan, sedangkan dari Teknik Perkapalan sendiri mempersiapkan diri untuk menggunakan fasilitas slide show dan hanya sedikit persiapan transparannya. Tidak kehabisan akal, mereka (mahasiswa Teknik Perkapalan) yakni Sapto, Harris Abdi dan Aleks langsung memulai presentasinya minus slide dan hanya menggunakan sedikit transparan yang ada.

Sungguh suatu pemandangan yang tidak enak sama sekali, sewaktu "presentasi mengejar waktu" ternyata dari pihak panitia sangat sibuk membenahi komputer dengan mengganti monitor. Padahal letak monitor tersebut antara presenter dan juri. Dan setelah presentasi sudah akan selesai, komputer tersebut baru bisa dioperasikan.

"Kami sangat kecewa dengan panitia PIMITS. Kerja mereka tidak profesional sama sekali, baik itu dalam menyusun jadwal maupun dari fasilitas yang disediakan," ungkap Sapto dengan nada kecewa. (yud/rif)

Berita Terkait