ITS News

Kamis, 01 Desember 2022
15 Maret 2005, 12:03

PRIMA : Kurang Komunikatif?

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Salah satu rangkaian acara Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS), yakni Presentasi Ilmiah Mahasiswa (PRIMA) di hari pertama, 12/11/01 kemarin menarik banyak perhatian pengunjung, karena karya ilmiah keempat presenter tersebut dipatahkan oleh dewan juri begitu saja. Apakah karena bahasa yang kurang komunikatif?

PRIMA 1 oleh Club Patogen, yakni angkatan '98 jurusan Biologi yang mempresentasikan Biopestisida. Seusai presentasi yang kurang lebih 15 menit tersebut langsung disambut oleh sejumlah pertanyaan, baik dari penonton maupun dari dewan juri. Pertama, dewan juri mempermasalahkan tatanan bahasa yang ada dalam abstraksi yang diberikan pada dewan juri dan yang kedua mempermasalahkan standar ramah lingkungan, karena dari presenter sendiri tidak menunjukkan adanya penelitian yang bisa meyakinkan penonton maupun dewan juri bahwa biopestisida tersebut memang benar-benar ramah lingkungan. Mereka hanya membahas bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan alami, jadi hasilnya tentu ramah lingkungan.

PRIMA 2 oleh D 3 Teknik Kimia dengan judul Obat HIV, bertema "Tanaman tradisional Sebagai Obat-obatan dengan Sedikit Sentuhan Teknologi". Seperti halnya club Patogen, D3 Kimia juga langsung diserbu oleh pertanyaan dari dewan juri. Mereka mempermasalahkan cara penyajiannya sekaligus bahasa yang digunakan. Dimana yang dibahas tidak menjelaskan judul yang ada.

Sedang PRIMA 3 dipresentasikan oleh jurusan Teknik Kelautan dengan "Shark 01 Catamaran Water Bike" juga dipatahkan oleh dewan juri dengan permasalahan yang hampir sama, yakni masalah bahasa yang kurang komunikatif. Dalam karya ilmiah yang dipresentasikan oleh Teknik Kelautan tersebut dikatakan oleh pihak juri "kurang ngetrend", sehingga tidak bisa dimengerti oleh orang lain yang memang bukan bidangnya.

Dan PRIMA yang terakhir oleh Politeknik Elektronika jurusan Teknik Listrik Industri mengetengahkan "Pandawa 2000". Naas juga, ternyata dengan sangat mudah dipatahkan oleh dewan juri, karena karya tulis yang sama telah dipresentasikan dan berhasil menang pada tahun 1998. Jadi kalaupun ini karya merupakan evaluasi dari hasil sebelumnya, hendaknya ada modifikasi terhadap sistem yang lama. Dan masalah lain yang diungkapkan oleh dewan juri, sama halnya dengan yang lain, yakni masalah bahasa yang kurang komunikatif.(yud/rif)

Berita Terkait