ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Presiden Diminta Pimpin Revolusi ICT

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Uji petik ini memanfaatkan ICT (Information and Communication Technology)atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kehadiran Presiden Susilo diharapkan dapat mendorong proses revolusi pemanfaatan ICT, baik untuk kepentingan pemerintahan maupun kepentingan masyarakat.

"Proses rekruitmen CPNS, misalnya, dapat menjadi bagian dari good governance pemerintahan, sedangkan ICT dapat mendorong proses itu sendiri agar berlangsung secara obyektif, transparan, dan akuntabel," kata Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA.

ITS akan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memimpin revolusi ICT. "Indonesia masih menduduki peringkat 123 untuk pemanfaatan e-government atau setingkat di atas Irak, sedangkan negara seperti Turki sudah masuk sepuluh besar, karena itu Indonesia harus memulai revolusi ICT," kata Mohammad Nuh.

Penggunaan ICT merupakan jawaban atas tantangan Presiden Susilo saat melakukan teleconference dengan rektor ITS dan Unair pada dies natalis kedua universitas pada 10 November lalu. "Saat itu, presiden meminta kepada ITS untuk berperan dalam pengembangan ICT. Rencananya, jawaban itu akan kami sampaikan ke Jakarta, tapi karena presiden berencana ke ITS, maka kami akhirnya menyerahkan saat kunjungan beliau," katanya.

Menurut dia, isi dokumen pengembangan ICT yang diserahkan itu adalah Strategi dan Arah Kebijakan pemanfaatan Teknologi Informasi(SAKTI) atau Indonesia SAKTI. "Dokumen Indonesia-SAKTI itu menjelaskan bahwa ICT itu sudah ada dan dapat dimanfaatkan untuk pemerintahan dan kepentingan masyarakat, diantaranya untuk mendorong penegakan HAM, demokratisasi, transparansi, pengembangan UKM, dan sebagainya," katanya.

Selain itu, katanya, dokumen Indonesia-SAKTI itu juga menjelaskan bahwa ICT dapat didorong pemanfaatan dengan meningkatkan output industri ICT, meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ke arah pengembangan ICT, dan tersedianya mediator informasi. "Masalahnya, dua upaya pemanfaatan ICT itu tinggal menunggu komitmen pemerintah, karena itu kami berharap Presiden Yudhoyono mau mendorong revolusi ICT itu. ITS sendiri siap diminta bantuan untuk menterjemahkan dua pola pemanfaatan itu secara teknis,"
katanya.(Ant/Nik/bch)

Berita Terkait