ITS News

Minggu, 12 Juli 2020
15 Maret 2005, 12:03

Perkapalan Tukar KPPS Dengan Kelautan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tibalah saat yang dinantikan oleh semua mahasiswa ITS, hari pemungutan suara untuk memilih presiden BEM ITS periode 2003/2004. Pemungutan suara yang berlangsung selama 2 hari (12-13/11) itu diadakan di seluruh distrik di ITS. Namun, menjelang hari h pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum ( KPU )maupun Panitia Pemilihan Umum ( PPU ) masih harus menangani berbagai masalah baik permasalahan yang tidak terpecahkan maupun masalah yang tiba-tiba muncul.

"Permasalahan itu selalu ada, sejak awal persiapan PEMIRA juga sudah ada masalah. Ya, memang butuh konsentrasi dan sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut," ujar Wildan, salah seorang PPU.

Hal serupa dibenarkan oleh Puji. Anggota KPU ini menyatakan selain harus menangani permasalahan KPU dirinya juga harus bisa mengatasi permasalahan dari jurusannya yang berhubungan dengan PEMIRA. "Dulu itu sudah ada masalah untuk mewakili jurusan di PPU. Eh, sekarang muncul lagi masalah penempatan KPPS," ujar mahasiswa T. Perkapalan '00.

Puji mengatakan bahwa untuk meminta wakil untuk Kelompok Penjaga Pemungutan Suara ( KPPS )dirinya terpaksa harus melakukan pendekatan personal tanpa melalui himpunan. "Waktu aku minta wakil buat PPU dari HIMA mereka seakan meremehkan. Itu sebabnya kalau sekarang ini aku harus lewat personal untuk minta wakil buat jaga bilik di distrik Perkapalan, meskipun yang aku mintai itu fungsionaris HIMA," tambah Puji, yang mengaku mendapatkan nama-nama KPPS itu dari Zaenal, Ka. Dept. Litbang HIMATEKPAL.

Sementara itu, keputusan Zaenal untuk mengajukan nama-nama tersebut sebenarnya juga mengundang masalah di jurusan Teknik Perkapalan itu sendiri. Sebab nama-nama yang diajukan, semuanya menyandang Nrp. 4103 100 0xx, yang itu berarti bahwa mereka semua adalah mahasiswa Perkapalan angkatan 2003.

"Ya, keputusan Zaenal itu memang beresiko. Karena yang diajukan jadi KPPS adalah mahasiswa angkatan 2003. Sedangkan mereka itu ada masalah dengan warga perkapalan perihal pengkaderan mereka yang kurang memenuhi target. Saya sendiri bisa menebak, apa yang bakalan terjadi kalau warga perkapalan tahu ada maba 2003 jaga bilik suara di distrik perkapalan dan bisa ditebak juga bagaimana perasaan maba ketika harus jaga disitu. Tapi masalah ini sudah saya bawa ke rapat KPU," terang Puji.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, KPU membuat keputusan dengan mengadakan tukar tempat untuk KPPS distrik Kelautan dengan KPPS distrik Perkapalan. "Akhirnya kami memutuskan untuk tukar tempat dengan Kelautan. KPPS Perkapalan jaga di distrik Kelautan dan KPPS Kelautan jaga di distrik Perkapalan. Dan sesuai jadwal, mereka harus sudah ada di tempat jam 8 pagi, karena pemungutan suara dimulai jam 8," ujar Idhar, anggota KPU.

Keputusan KPU ternyata cukup mampu mengatasi kekhawatiran, terutama kekhawatiran maba terhadap warga Perkapalan seperti yang disampaikan oleh Puji. Namun, hari pertama pemungutan suara di jurusan Teknik Perkapalan memang masih tampak sepi. Mungkinkah mahasiswa Perkapalan tidak bersemangat merayakan pesta demokrasi kali ini, kita lihat saja pemungutan suara hari kedua.(sept/Lin)

Berita Terkait