ITS News

Senin, 17 Juni 2024
15 Maret 2005, 12:03

Penelitian Dosen ITS Dapat Penghargaan Teknologi Industri Kreasi Indonesia 2004

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Penghargaan yang diterima kali ini terbilang cukup istimewa dan langka, selain hasil penelitian itu sudah mendapatkan paten juga sudah diproduksi secara massal, dan menurut rencana akan dipasarkan bebas awal Desember mendatang. Hasil penelitian yang bakal dipasarkan itu adalah Condenser Discharged Ignition (CDI), sebuah komponen pengapian yang selama ini sudah diterapkan pada sepeda motor yang dapat meningkatkan kinerja mesin serta mengurangi pemakaian bahan bakar.
"Kini kami sedang menyiapkan bentuk kemasan yang lebih baik, sementara uji coba dari produk yang telah kami produksi secara masal sudah berjalan lebih dari setahun pada angkutan kota di Malang," kata Ir Mohammad Harly M.T, rekan peneliti Sutantra dari VEDC Malang, Rabu (13/10) siang.

Bagi Sutantra penelitian yang dilakukan berkait dengan komponen otomotif sudah lama dilakukannya, terhitung sejak tahun 1986, saat dirinya pulang ke tanah air setelah menyelesaikan program doktor di University of Wisconsin Madison, AS. "Saya tertarik untuk mengembangkan komponen otomotif karena memang cukup banyak dibutuhkan, sementara selama ini kita masih sangat tergantung pada negara lain," katanya.

Lebih tertarik lagi, katanya menjelaskan, ketika ada beberapa komponen otomotif yang bisa dibuat tidak perlu teknologi terlalu canggih, tapi bisa dikerjakan dalam kapasitas industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM). "Pertimbangan lain kenapa kami memilih untuk mengembangkan CDI juga lebih pada upaya untuk mengembangkan sektor UKM, yang memang tidak perlu teknologi terlalu canggih," katanya.

Sutantra mengungkapkan, pada mobil kini memang sudah digunakan TCI (Transistor Coil Ignition), tapi ternyata dari hasil kajian yang dilakukan, belum mampu meningkatkan kinerja mesin secara optimal, selian itu merupakan produk impor yang harganya relatif mahal. "Atas pemikiran-pemikiran itulah saya bersama Saudara Harly mencoba mengembangkan CDI untuk mobil, karena CDI pada sepeda motor tentu tidak bisa dipakai pada mobil karena disamping energi pengapian yang dibutuhkan beda, juga karena pada mobil jumlah silinder dan businya berjumlah lebih dari satu, sehingga siklus pengapiannya juga tertentu," katanya.

Dikatakannya, dalam uji coba secara ilmiah pada laboratorium maupun uji coba di lapangan dengan memasangkannya pada beberapa angkot di kota Malang, membuktikan kalau CDI buatan Sutantra dan Harly memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan TCI yang kini sudah beredar luas di pasaran. "Ada beberapa keunggulan pada CDI yang telah kami buat dan produksi, diantaranya, tegangan sekunder busi 20 persen lebih tinggi sehingga spark abilitu-nya lebih bagus. Busi lebih awet, dikarenakan self cleaning elektroda lebih bersih. Energi pengapiannya juga lebih tinggi pada saat putaran tinggi sementara pada sistem platina dan TCI mulai menurun pada putaran 5.000 rpm. Ini disebabkan slope arus primer CDI lebih tajam," katanya.

Hal lainnya, kata Sutantra menambahkan, coil lebih awet dikarenakan tidak ada fase dwell angle yang mengakibatkan coil panas. "Daya listrik juga lebih kecil dikarenakan tiap siklus spark tidak ada fase dwell, sehingga energi listrik hanya terpakai menjadi kalor spark sementara pada platina dan TCI disamping terpakai pada kalor spark juga kalor pada coil," katanya.

HARGA BERSAING
Ditambahkan Harly saat mendemonstrasikan hasil temuan dan produksinya itu Rabu siang di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS, dalam uji coba di lapangan hingga saat ini belum ada keluhan dari para pengemudi angkot di Malang yang memang mobilnya telah dilengkapi CDI. "Ketika kami tanya tentang keluhan yang mereka rasakan selama mobilnya dilengkapi dengan CDI, hampi semua menjawab tidak ada keluhan. Bahkan yang dirasakan adalah menurutnya penggunaan bahan baker hingga bisa mengirit sampai Rp 10 ribu per hari," kata Harly.

Demikian juga dengan gas buang, kata Harly, jauh lebih baik dari standar yang diizinkan. "Artinya, selain bisa menghemat penggunaan bahan baker CDI ini juga bisa mengurangi gas buang. Labih penting lagi harganya jauh lebih murah, sekalipun dibandingkan dengan produk Cina yang ada di pasaran," katanya.

Itu sebabnya, baik Sutantra dan Harly, mencoba merintis bagaimana produk yang secara ilmiah maupun uji coba di lapangan tadi lebih unggul bisa dipasarkan. Maka terpikirlah oleh mereka untuk memberi nama. "Agar lebih keren saya kemudian memberi produk CDI itu dengan merk STANLY, kependekan dari Sutantra sebagai penemu dan Harly sebagai pembuat. Kami berharap jika pada komponen ini sukses akan ada komponen-komponen otomotif lain yang kini memang sedang dalam penelitian dengan merk yang sama," katanya. (Humas/bch)

Berita Terkait