ITS News

Senin, 17 Juni 2024
15 Maret 2005, 12:03

Pelepasan Tim ITS MC 2004 Dihadiri Sesepuh Jatim dan Mantan Dubes Perancis

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pelepasan Tim ITS Maritime Challenge 2004 (ITS MC 2004) di halaman depan rektorat ITS, Selasa (13/7) siang berjalan meriah. Semua pejabat rektorat hadir tak terkecuali. Selain itu dihadiri pula oleh Mantan Gubernur sekaligus sesepuh Jatim yang juga Mantan Duta Besar RI untuk Perancis, Mohammad Noer, selian itu hadir pula mantan Rektor Unair Prof Soedarso Djonjonegoro.

Dalam kesempatan sambutannya, sebagai sesepuh Jatim dan juga Ketua Dewan Penyantun ITS, M. Noer tidak hanya sekadar menyampaikan sambutan tetapi lebih dari itu ia juga memberikan wejangan panjang lebar bagaimana anggota tim bisa membawa diri diajang internasional itu. "Saya tahu persis orang Perancis memang tidak menghormati mereka yang tidak mengerti bahasanya, tapi itu jangan dijadikan kendala ketika Anda di sana. Bersikaplah sopan dan didalam kejuaran ini yang harus dijaga adalah kekompakan. Kehadiran Anda di sana juga sebagai duta dari bangsa Indonesia, karena itu perkenalkanlah Indonesia yang baik-baik saja," kata M. Noer yang pernah menjadi Dubes RI selama 4 tahun di Perancis.

Penerima penghargaan Grand Officier d’Orde National du Merite dari pemerintah Perancis ini mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bangsa bahari sudah cukup lama di kenal di Perancis, untuk itu M. Noer meminta agar para mahasiswa ITS yang akan mengikuti event Internasional Challenge 2004 di Toulon, Perancis, dapat membuktikan semua itu. "Karena itu sebagai bangsa bahari, saya berharap ke depan ITS dapat membuat kapal ikan sendiri, agar kekayaan ikan kita dilaut dinikmati sendiri oleh para nelayan bukan oleh orang-orang asing seperti yang selama ini terjadi," katanya.

Sementara itu dalam sambutannya Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengatakan, sebagai duta bangsa, ada tiga misi yang diemban oleh Tim ITS MC 2004. Pertama misi akademik, karena memang kegiatan atau lomba yang diikuti ini berbasis pada pengetahuan yang didapat di bangku kuliah. "Kedua, misi budaya. Misi ini akan dibawa oleh tim saat mempertunjukkan beberapa kesenian yang akan ditampilkan di sela-sela acara lomba, dan ketiga misi nasionalisme. Misi yang terakhir ini harus berkobar saat Anda mengikuti lomba, karena jika berhasil yang terangkat bukan hanya ITS, tetapi juga bangsa Indonesia, yang sudah terkenal sejak lama sebagai bangsa bahari," kata rektor.

KENALKAN MADURA
Tim ITS MC 2004 yang bakal mengikuti kegiatan International Maritime Challenge ini tidak hanya akan mengikuti semua lomba yang digelar seperti lomba layar dan dayung (oars and sails), tarik-menarik kapal (towing competition), dayung (rowing race), dan lomba menangkap ikan (fisihing contest), tapi juga akan mengenalkan kesenian dan budaya Madura di kegiatan tersebut.

"Saat pembukaan tim ITS akan menyuguhkan tarian khas Madura, Ngapote dan menggunakan pakaian khasnya. Ini kami lakukan untuk mengenalkan salah satu kesenian dan budaya yang ada di Indonesia," kata Humas Tim ITS MC 2004, R.M. Budiono. Dikatakan Mahasiswa semester IV Jurusan Teknik Permesinan Kapal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS ini, kegiatan International Maritime Challenge ini memang bukan semata-mata untuk lomba, tetapi juga mengenalkan kesenian dan budaya dari asal negara para peserta.

Menyinggung soal keberangkatan Budiono mengatakan, setelah diberangkatkan secara resmi oleh rektor ITS, nanti pada Senin 19 Juli tim ITS juga akan dilepas oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta. "Pak menteri Kelutan dan Perikanan direncanakan akan melepas langsung tim ITS beberapa jam sebelum pemberangkatan ke Perancis. Kami menyambut baik rencana pelepasan itu, sehingga keberangkatan kami ke Perancis memang benar-benar membawa nama baik Indonesia umumnya dan ITS," katanya. (Humas–ITS, 13 Juli 2004)

Berita Terkait