Hari ini SPMB berakhir sudah. Puluhan ribu peserta SPMB kini mulai berharap-harap cemas. Mereka mulai menghitung peluang keberhasilan mereka. Mungkin itu pertama kali terjadi bagi peserta yang lulus tahun ini. Bagi yang sudah pernah gagal? Tentu mereka sudah harus membuat alternatif.
Dhuha misalnya, pesertya asal Lamongan ini mengikuti SPMB untuk kedua kalinya. Masih dengan pilihan yang sama, Fakultas Kedokteran UNAIR, Dhuha mencoba peruntungannya lagi. "Kali ini kalau saya gagal akan masuk Universitas Muhammadiyah Malang saja, " ujarnya.
Peserta dengan kelulusan SMU non 2004 memang dipisahkan baik saat pendaftaran maupun ketika ujian. Para peserta ‘veteran’ ini diharuskan mendaftarkan diri duluan dikarenakan mereka setidaknya sudah memiliki kelengkapan administrasi ketimbang lulusan SMU yang masih harus repot mengurus ijazah.
Untuk lokasi ujian kampus ITS, para pejuang kursi kuliah ini berada di kampus Teknik Mesin. Setidaknya 200 peserta berada di kampus merah ini.
Dibandingkan tahun kemarin, beberapa peserta ‘veteran’ mengakui kesulitan. Lukman misalnya mengaku sulit menyelesaikan soal dengan cepat. "Padahal, saya dan teman-teman sudah ikut bimbingan dua bulan, " ungkap Lukman. Lukman sendiri kali ini mencoba menembus Teknik Mesin ITS.
Secara keseluruhan, pelaksanaan SPMB hari ini berjalan lancar. Pengamatan ITS Online di beberapa lokasi ujian menunjukkan ketertiban dan kesunyian saat berlangsungnya ujian. Seluruh berkas ujian se-Surabaya dikumpulkan di Graha 10 Nopember. Penjagaan ketat disekitar lokasi gedung pertemuan milik ITS sangat mencolok. Tidak hanya satuan pengamanan, pihak kepolisian pun bersiaga. (rif/ryo)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika