ITS News

Sabtu, 01 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Pakar Universitas Hamburg Bagi Pengalaman

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dikatakan Schlattman, Ketua Jurusan Technical University of Hamburg.
Di Jerman, hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri merupakan bagian paling strategis didalam pengembangan industri
di sana. Polanya dengan memanfaatkan laboratorium-laboratorium yang ada di perguruan tinggi melalui penelitian bersama, pemanfaatan hasil-hasil
penelitian dan lainnya.

"Saya pikir ke depan hal ini juga tidak bisa
dihindari, apalagi kini berkembang pemikiran untuk
menjadikan perguruan tinggi sebagai Badan Hukum Milik
Negara. Sudah saatnyalah hal ini tidak hanya sebatas
dibicarakan, tapi perlu segera dilaksanakan," kata
Schlattman, profesor di bidang desain engineering ini
di hadapan para mahasiswa dan kalangan industri di
Jatim.

Ia mencontohkan, kerja sama perguruan tinggi dengan
indsutri di Jerman berjalan seperti kerja sama yang
kini dilakukan di Indonesia antara fakultas kedokteran
dengan sebuah rumah sakit. Artinya, mereka sama-sama
membutuhkan. Kalangan industri membutuhkan kerja dari
hasil-hasil penelitian perguruan tinggi, sedang
perguruan tinggi membutuhkan dana untuk membiayai
penelitian itu.

"Saya pikir jika kesepakatan ini sudah tercipta tidak
ada alasan lagi kerja sama semacam itu tidak
dilakukan. Melalui kerja sama ini secara otomatis
pihak industri akan dapat menekan biaya risetnya,
karena sudah dilakukan oleh perguruan tinggi, dan
sebaliknya perguruan tinggi tidak kesulitan untuk
membiayai penelitiannya," katanya menjelaskan.

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Dihubungi terpisah, Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS,
Dr. Ing. Herman Sasongko mengatakan, kuliah tamu yang
disampaikan oleh Prof Dr. Ing J. Schlattman itu
berkait dengan telah ditandatanganinya perjanjian
kerja sama Jurusan Teklnik Mesin ITS dengan Technical
University of Hamburg.

"Kuliah tamu ini merupakan salah satu realisasi kerja
sama di bidang pengembangan kurikulum dan metode
pembelajaran. Tapi selain dalam rangkaian kerja sama,
kuliah tamu itu juga berkait dengan Project QUE
–Quality of Undergraduate Education– yang telah
diterima Jurusan Teknik Mesin ITS," katanya.

Sasongko menambahkan, untuk maksud yang sama pada
Maret ini juga akan datang Prof Dr. Eng. Homa Hiromi
dari Universitas Toyohashi. "Kerja sama ini memang
baru sebatas di tingkat jurusan tapi nanti jika dalam
evaluasi tercapai kemajuan dari kerja sama ini akan
ditingkatkan ke tingkat institut," kata Sasongko.

Dikatakannya, dalam kerja sama yang telah
ditandatangani oleh masing-masing ketua jurusan dan
dikuatkan oleh para dekan dari dua perguruan tinggi
itu, telah disepakati adanya kerja sama di bidang
pertukaran mahasiswa, pemberian beasiswa, tukar
menukar tenaga pengajar serta peneliti. "Itu semua
dilakukan bertujuan untuk mengembangkan keinginan ITS
agar dapat memperoleh pengakuan secara internasional
(international recognition). Kalau proses tukar
menukar mahasiswa sudah dapat dilakukan, secara
otomatis mata kuliah yang berada di ITS maupun di
Universitas Hamburg sudah dapat terakreditasi,"
katanya.

Selain program-program tersebut, katanya menambahkan,
dalam kesepakatan kerja sama itu juga akan dilakukan
penelitian bersama baik dilakukan di ITS maupun di
Universitas Hamburg yang menyangkut bidang-bidang
teknik mesin. "Kami berharap dalam penelitian bersama
ini akan banyak manfaat yang didapat oleh ITS maupun
dosen, mengingat selama ini Jerman terkenal dengan
kemampuan di bidang permesinan untuk berbagai
kebutuhan," katanya. (Humas – ITS, 1 Maret 2004)

Berita Terkait