ITS News

Selasa, 06 Desember 2022
15 Maret 2005, 12:03

Pak Nuh Bershalawat Dihargai 70 Juta

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Hawa terasa dingin. Beberapa tempat masih terlihat basah. Bahkan kursi-kursi yang tertata rapi di pinggiran kolam renang pun terpaksa dipindahkan. Karena memang sebelum dimulainya acara malam keakraban, salah satu agenda sidang umum IKA- ITS, lokasi acara sempat diguyur hujan deras.

Tetapi, itu tidak mengurangi minat para alumni untuk mengikuti acara hiburan sampai selesai. Setelah hujan mulai reda, hiburan musik tempo dulu pun mulai menghangatkan suasana. Bahkan beberapa dosen dan mahasiswa dari paduan suara juga turut memeriahkan acara ini.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini pihak Bank Niaga, Laksmi M, vice President – East Java Consumer Area Manager, dan pihak Visa Mastercard juga memberikan secara simbolis kartu keanggotan IKA kepada Dr.Mohammad Nuh DEA (Rektor ITS), Ir.Djaelani (Ketua IKA periode 2000-2003), dan Ir.Kristiono (Ketua IKA-ITS baru). Pemberian kartu ini dilakukan untuk menunjukkan kalau alumni ITS dapat berperan aktif bagi alamameternya dalam wadah IKA-ITS.

"Meski kami sudah melauching kartu anggota IKA-ITS sejak empat tahun lalu, tapi jumlah yang terdaftar masih relatif sedikit. Jadi dengan adanya pengurus baru nanti, para almuni ITS yang tersebar di seluruh Indonesia dapat memiliki kartu ini dan yang terpenting mereka dapat berperan lebih aktif bersama-sama dengan IKA-ITS," terang Laksmi ketika memberikan sambutannya.

Di penghujung acara, penyanyi Norma Yunita, membuat suasana semakin bertambah hangat. Apalagi setelah presenter salah satu acara di TVRI ini mengumumkan untuk melelang suara dari Ir.Kristiono. Tentu saja usulan ini mendapat sambutan dari seluruh alumni yang hadir pada malam itu. Namun, Ketua Umum Pengurus Pusat IKA-ITS yang baru terpilih ini tidak bersedia. "Mendingan saya yang membeli suara pak Nuh saja," tolaknya dengan guraunya. Hingga akhir acara jumlah sumbangan yang terkumpul sekitar 70 juta.

Menariknya, Pak Nuh tidak menyanyi lagu-lagu pop atau dangdut. Melainkan melantunkan syair shalawat. Dan itu pun beliau minta ditemani oleh Dr.Ir Djazidie dan Bambang, salah satu anggota PSM dosen. "Kalau jumlahnya yang terkumpul 100 juta tentunya saya akan menyanyi yang lebih baik lagi," terangnya. Rencananya dana yang terkumpul tersebut akan disumbangkan ke korban bencana angin puyuh.(rom/lin)

Berita Terkait