ITS News

Minggu, 27 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

MUSLAT II, Bina Kreativitas, Gratis.

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Lomba karya tulis ilmiah mahasiswa yang telah menjadi agenda tahunan ITS tampaknya semakin diminati. Hal ini terbukti dari jumlah peserta Pemusatan Pelatihan (MUSLAT) II Karya Tulis Ilmiah .

Bertempat di Rektorat lt.3, MUSLAT II yang rencananya diadakan selama dua hari ( 12-13 Maret ) ini diikuti lebih dari 200 peserta. "Kalau MUSLAT sebelumnya itu tidak pernah lebih dari seratus peserta, paling banyak itu sekitar 75 orang. Kelihatannya, saat ini mahasiswa mulai tertarik dengan pembuatan karya tulis ilmiah," ujar Dr.Ir.Yulinah T.,M.App.Sc, salah satu pemateri.

Hal senada juga disampaikan oleh Ir.Aguk Zuhdi MF., M.Eng. "Melihat jumlah peserta pelatihannya saat ini sangat jauh jika dibandingkan dengan tahun lalu, apalagi untuk bidang PKM. Apa karena ada embel-embelnya 6 juta dari Dikti itu ya," kata dosen Teknik Sistem Perkapalan ini. Ditambahkannya, jumlah proposal karya tulis ilmiah yang sampai ke tangan juri tingkat institut pada tahun lalu hanya tujuh buah.

Selama dua hari pelatihan, peserta akan dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai bidang karya tulis yang mereka minati, apakah itu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM), Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), Program Pemikiran Kritis Mahasiswa ( PPKM ) atau Lomba Karya Tulis Lingkungan Hidup (LKT-LH). Tiap kelompok tersebut akan mendapat bimbingan beberapa dosen dari berbagai jurusan.

Selain menerima materi seputar karya tulis ilmiah, peserta juga disuguhi cerita pengalaman beberapa mahasiswa ITS yang pernah berprestasi di bidang karya tulis. Salah seorang mahasiswa yang hadir dalam pelatihan tersebut adalah Silvia. Mahasiswi Teknik Sipil ’00 yang juga juara III mawapres nasional ini mengatakan, keberhasilannya dalam mawapres juga ditunjang oleh karya tulis dan teknik presentasi.

"Karya tulis itu jadi lagu wajib kalau kita mau ikut mawapres, baik itu kompetisi di tingkat jurusan, fakultas, institut ataupun tingkat nasional. Meskipun karya tulis bukan satu-satunya yang dinilai," terang Silvia.

Berbeda dengan Alif. Mahasiswa Teknik Mesin ’00 ini memang menekuni bidang karya tulis ilmiah. Dua karyanya yang mengambil tema pendidikan berhasil menempati posisi tiga besar dalam kompetisi wilyah C tahun 2002 dan 2003. "Untuk bisa membuat karya tulis yang baik dan benar kita butuh bimbingan dari orang yang tahu betul tentang tulisan ilmiah. Dan saya yakin dosen ITS itu pasti banyak yang bisa," tutur Alif.

Dengan mengangkat topik Pengembangan Teknologi Laboratorium Riset, mahasiswa semester delapan ini akan mewakili ITS, sekaligus wilayah C dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa ( LKTM ) tingkat nasional. (sept/Lin)

Berita Terkait