ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Mochtar Riady Bantu ITS 50 Ribu Dolar Selama 10 Tahun

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kesanggupan Mochtar Riady itu memang tidak diungkapkannya sendiri, tapi Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA yang sebelumnya memandu pengumpulan dana untuk kepentingan pendidikan di ITS, menyampaikan niat baik pemilik kelompok Lippo itu.

"Saya ingin menyampaikan kegembiraan pada malam hari ini, karena salah satu anggota dewan penyantun ITS telah bersedia membantu dalam bentuk pemberian beasiswa sebesar 50 ribu dollar AS per tahun, beliau adalah Bapak Mochtar Riady," kata Rektor, yang disambut tepuk tangan panjang hadirin.

Sebelumnya Mohammad Nuh juga telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 65 juta dari para alumni yang malam itu bersedia menyumbangkan uangnya mulai dari Rp 1 juta hingga 25 juta. "Sebenarnya saya tidak enak tiap kali ada kumpul-kumpul, cara-cara mengumpulkan uang seperti ini dilakukan, tapi ini adalah tradisi ITS dan tradisi inilah yang harus dilestarikan," katanya.

Pada awal upaya pengumpulan dana yang dipandu para artis diantaranya Maudy Kusnaidi, Miing dan Didin dari Bagito Grup, Cicik Tegal, Tarsan dan Butet, Nuh mengatakan, sebenarnya ITS sebagai orang tua tidak dibolehkan meminta-minta kepada alumni atau anaknya, tapi akan sangat tidak terpuji jika ada anak atau alumni yang telah sukses tapi tidak mau membantu ITS atau orang tuanya. "Sekali lagi pantang bagi ITS untuk meminta-minta, tapi anak yang baik tentu sangat tahu akan kebutuhan orang tuanya," katanya.

Satu persatu upaya pengumpulan dana yang dibantu para artis dengan turun panggung akhirnya berhasil menggalang dana sebesar Rp 65 juta. Ketua Panitia Pelaksana Ir Indrajaya Gerianto, MSc. mengatakan, meski kegiatan pada malam itu telah selesai, tapi panitia tetap masih menerima bagi para alumni yang berniat untuk menyumbang.

Ditemui usai acara, Rektor ITS mengatakan, apa yang telah diberikan Muchtar Riady terhadap ITS dalam bentuk bantuan beasiswa ke AS itu merupakan suatu berkah yang tidak ternilai harganya. "Bentuk-bentuk bantuan seperti inilah antara lain yang diharapkan ITS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui bantuan itu dosen akan mendapatkan kesempatan pendidikan lebih tinggi dan mahasiswanya kelak juga akan menerima ilmunya jauh lebih baik," katanya.

Dikatakan rektor, hingga saat ini jumlah tenaga dosen yang sedang menempuh studi lanjut S2 dan S3 di luar negeri berjumlah 102 orang. Dengan adanya bantuan tersebut ITS akan bisa mengirimkan dosen-dosennya ke luar negeri lebih banyak lagi. "Ini semua dilakukan dalam kerangka untuk membangun tradisi keilmuan di ITS," katanya.
Dijelaskannya, sebagai lembaga pendidikan tinggi, yang menjadi tugas utama adalah menyelenggarakan pendidikan, pengajaran dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi keilmuan itu tercermin dalam aktivitas-aktivitas belajar mengajar, riset, sehingga diharapkan ITS mampu menampilkan inovasi-inovasi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan competitiveness bagi bangsa ini. "Dengan tradisi dan budaya keilmuan yang kokoh, ITS dengan keunggulannya akan lebih akrab dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki bangasa ini untuk menjawab persoalan-persoalan baik yang sifatnya kekinian mau pun antisipatif, strategis ke depan," katanya. (Humas/bch)

Berita Terkait